Adakah Kelalaian Dalam Tidurmu?

💦Evaluasi & Refresh Iman KUTUBer

No. : 242/ERIK/KOM/Vll/2020
Hari/Tgl : Rabu, 01 Juli 2020
10 Dzulqaidah 1441 H
Pemateri. : Ustadz Erik Mardiansyah
Tujuan : KUTUBer & Umum
=========☆☆☆=========
🔋🔋💦💦🔋🔋💦💦🔋🔋

❄ Adakah Kelalaian Dalam Tidurmu?

Allah SWT ciptakan pembeda antara waktu siang dan waktu malam, bagi umat muslim perbedaan waktu itu merupakan tanda-tanda karunia dari Allah SWT. Dalam firman-Nya, Allah SWT memerintahkan kepada Kita semua untuk bersyukur terhadap tanda-tanda karunia ini.

“Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.” (QS. Al-Qashash : 73)

Maka bagi orang-orang yang beriman kepada Allah SWT, mengimani bahwa istirahat di malam hari atau tidur di malam hari merupakan sunnatullah yang ada isyaratnya dalam Al-Qur’an. Demikian pula di ayat yang lain Allah SWT berfirman,

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah tidurmu diwaktu malam dan siang hari serta usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan”. (QS. Ar Rum: 23)

Bahkan Rasulullah SAW mengisyaratkan kepada umatnya untuk tidur lebih awal dan menjauhi kebiasaan begadang kecuali bagi mereka yang memang bertugas di malam hari untuk suatu hal yang sangat penting dan dibolehkan dalam agama.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR. Bukhari no. 568)

Ibnu Baththol menjelaskan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka begadang setelah shalat ‘Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat shubuh berjama’ah. ‘Umar bin Al Khattab sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya, beliau mengatakan, “Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti di akhir malam tertidur lelap?!” (Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, 3/278, Asy Syamilah)

Hadist di atas adalah isyarat bahwa umat Islam sebaiknya memerhatikan dalam mengatur waktu tidurnya di malam hari dan meninggalkan perilaku yang sia-sia agar tak melalaikan perintah Allah SWT untuk bangun menunaikan shalat tahajjud. Allah SWT memerintahkan kepada Kita dalam firman-Nya,

“Bangunlah (untuk salat) di malam hari, kecuali sedikit (darinya). (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. Atau lebihkan dari seperdua itu, dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu firman yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam itu adalah lebih kokoh dan lebih istiqamah.” (QS. Al-Muzammil : 2-5)

Maka dari itu, sebagai seorang muslim Kita juga mesti kenali pola dalam tidur Kita, apakah Kita ini termasuk yang tidurnya hanya sekedar untuk mengistirahat diri atau bahkan tidur Kita adalah tidur yang melalaikan diri dari perintah Allah SWT ?

💦💦🔋🔋💦💦🔋🔋💦💦
==========☆☆☆============
═❁💰SEDEKAH KUTUB💰❁ ═

💰 Bank Muamalat (kode bank 147) atas Nama Komunitas Tahajjud Berantai

📲 Cinta Hafidz – Norek :3350010324
📱Cinta Yatim – No. rek: 3350010325
💻 Peningkatan Ekonomi Duafa – No. Rek:3350010326
📮Cinta Masjid – No. rek 3350010327
📦 Sosial Kemanusiaan – No.Rek : 3350010328
☎ Syiar Dakwah – No. Rek: 3180005019 atau melalui MAK bagi yg sudah mendapatkannnya

📱Konfirmasi : Konfirmasi : https://wa.me/6285749376876 (Bendahara KUTUB)

❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁
✊🏻 Mengokohkan Langkah, Menggelorakan Istiqamah

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>