Akankah Kita Kembali ke Masa Jahiliyah (Bagian 1)

πŸ“•πŸ“—πŸ“˜πŸ“™πŸ“”
ARTIKEL MALAM

Hari/Tgl. : Rabu, 18 November 2020
03 Rabiul Akhir 1442 H
No. : 1944/AM/KOM/XI/2020
Pemateri : Bunda Lina Nazkiya
Tujuan : KUTUBer & Umum
========= ❁❁❁❁ =========
πŸƒπŸƒπŸŒ»πŸƒπŸƒπŸŒ»πŸƒπŸƒπŸŒ»πŸƒπŸƒπŸŒ»

πŸ“š Akankah Kita Kembali ke Masa Jahiliyah (Bagian 1)

Ketika mendengar kata jahiliyah, sudah pasti akan mengantar kita pada masa kota mekkah dan penduduknya sebelum datangnya Nabi Muhammad. Memang benar masa itu adalah masa di mana penduduk Mekkah melakukan kebodohan-kebodohan, hidup dengan menyembah berhala, memberlalukan hukum rimba di mana yang kuat akan memakan yang lemah.

Kaum perempuan pun tidak kalah tragis dengan nasibnya, tidak posisi tawar sedikitpun pada masa itu bahkan penduduk saat itu akan merasa malu jika mempunyai anak perempuan. Banyak anak-anak perempuan yang dibunuh atau dikubur hidup-hidup karena tidak mau menanggung malu. Masa jahiliyah adalah masa kegelapan bagi manusia saat itu, meski sarana dan prasarana sudah maju.

Menurut Sayyid Quthb dalam Ma’alim fi Ath-Thariq memberikan dua batasan mengapa sebuah masyarakat dikatakan jahiliyah. Batasan pertama, bahwa masyarakat jahiliyah adalah setiap masyarakat selain masyarakat muslim. Lalu batasan kedua, setiap masyarakat yang tidak memurnikan penghambaannya kepada Allah semata. Selanjutnya, Sayyid Quthb membagi masyarakat jahiliyah dalam beberapa kelompok dimana masing-masing mempunyai sebab dan tingkat kejahiliyahan yang berbeda.

  1. Masyarakat komunis. Penyebabnya adalah tentu saja pengingkaran penuh mereka atas eksistensi Allah SWT. Masyarakat komunis meyakini bahwa kekuatan kendali alam semesta ini berasal dari benda atau alam itu sendiri, mereka juga meyakini bahwa kendali atas kehidupan manusia serta sejarahnya berpangkal pada persoalan ekonomi serta alat-alat produksi semata. Masyarakat komunis juga membangun tatanan ketundukan hanya terhadap partai saja, jadi sudah pasti mereka tidak tunduk kepada Allah SWT.

Komunisme telah membawa manusia pada pemahaman bahwa kebutuhan manusia hanyalah sebatas kebutuhan-kebutuhan hidup seperti sandang, papan, pangan, dan pemenuhan hasrat seksual. Komunisme menafikan kenyataan bahwa manusia mempunyai kebutuhan spiritual, sesuatu yang akan membedakan manusia dengan binatang atau lebih tepatnya sesuatu yang membuat manusia bisa disebut manusia. Sebagai makhluk spiritual, di samping membutuhkan kepercayaan kepada Tuhan, manusia juga membutuhkan aturan-aturan Tuhan, yang akan memberinya rambu-rambu serta batasan dalam mengekspresikan jati dirinya di muka bumi ini.

  1. Masyarakat paganis. Konsep teologis masyarakat paganis selalu berasaskan penuhanan selain Allah, terkadang mereka menyembah Allah SWT tetapi menyekutukannya bersama berhala rekaan mereka dalam ritual peribadatan. Namun tak jarang mereka menafikan keberadaan Allah SWT lalu memuja berhala-berhala yang mereka ciptakan sendiri. Mendedikasikan ritual peribadatan kepada segala sesuatu selain Allah yang diklaim memiliki unsur ketuhanan adalah trademark masyarakat paganis.
  2. Masyarakat Yahudi dan Nasrani di seluruh penjuru bumi. Dikategorikan demikian karena konsepsi teologisnya telah mengalami distorsi. Konsepsinya tidak lagi mengesakan Allah SWT, mereka merekayasa adanya sekutu bagi-Nya dalam salah satu bentuk syirik, entah dalam konsep Tuhan mempunyai anak ataupun dalam konsep trinitas. Ada juga yang menggambarkan Allah dengan ilustrasi yang tidak semestinya, dan ada pula yang menggambarkan hubungan Khaliq-makhluk tidak dengan pola yang sebenarnya.

Wallahua’lam

Daftar Pustaka

  1. Al Quran
  2. Kiblat.net
  3. Kisah muslim.com

πŸƒπŸƒπŸŒ»πŸƒπŸƒπŸŒ»πŸƒπŸƒπŸŒ»πŸƒπŸƒπŸŒ»

πŸ‘³πŸ»Konsultasi: https://wa.me/6281254571543 (Apry Zakaria Ramadhan)

πŸ“² Info KUTUB : Bit.ly/media_kutub
———–**———–
β•βπŸ’°SEDEKAH KUTUBπŸ’°β ═

πŸ’° Bank Muamalat Nomor rekening: 3180005019

πŸ’³ Ac : Komunitas Tahajjud Berantai atau Ke Member Account KUTUB masing-masing (bagi yang sudahu mendapatkan identitas member Kutub)

πŸ“±Konfirmasi
: https://wa.me/6285749376876 (Bendahara KUTUB)

❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁
✊Mengokohkan Langkah, Menggelorakan Istiqamah (OMGT)

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>