Akankah Kita Kembali ke Masa Jahiliyah (Bagian 2)

📕📗📘📙📔
ARTIKEL MALAM

Hari/Tgl. : Rabu, 25 November 2020
10 Rabiul Akhir 1442 H
No. : 1951/AM/KOM/XI/2020
Pemateri : Bunda Lina Nazkiya
Tujuan : KUTUBer & Umum
========= ❁❁❁❁ =========
🍃🍃🌻🍃🍃🌻🍃🍃🌻🍃🍃🌻

📚 Akankah Kita Kembali ke Masa Jahiliyah (Bagian 2)

Dalam Al-Quran di beberapa surat disebutkan :

وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ۖ ذَٰلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ ۖ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ ۚ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ ۚ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

Orang-orang Yahudi berkata : “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata : “Al Masih itu putera Allah”. Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling? (QS. At-Taubah : 30).

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۚ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Sesungguhnya telah kafir orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. (QS. Al Maidah: 73).

Pendapat dari Sayyid Quthb masih sangat relevan sampai saat ini, artinya masyarakat jahiliyah masih ada hingga sekarang, terbukti dengan masih adanya paham komunis, paganis, yahudi, kristen dan agama-agama lain yang penghambannya tidak kepada Allah SWT. Bahkan di kalangan yang mengaku islam pun masih sering kita jumpai orang-orang yang menggantungkan hidupnya hanya kepada Allah, terbukti dengan banyaknya para normal atau perdukunan masih laris manis.

Kehidupan ini juga tidak hanya menyerang masyarakat desa yang sering disebut masyarakat tradisional yang terkadang tingkat pendidikannya masih minim, masyarakat kota yang terkenal dengan tingkat pendidikan dan kemapanan ekonomi juga masih mengalami masa jahiliyah, memperturutkan hawa nafsu dan lebih mengejar kehidupan dunia bahkan terkadang praktek perdukunan mereka gunakan untuk mempertahankan kehidupan dunianya. Artinya masyarakat jahiliyah bisa menyerang siapa saja baik itu masyarakat desa, kota, pendidikan yang tinggi, ekonomi mapan dan tehnologi yang canggih.

Dari kaum liberal tak kalah jahiliyahnya, pendapat-pendapat yang sering menuai kontroversi juga merupakan pemikiran jahiliyah. Sebagai contoh pernyataan bahwa hubungan sesama jenis dibolehkan bahkan mereka menggunakan penggalan ayat Al-Quran untuk mendukung pernyataan mereka. Hubungan sesama jenis terjadi pada saaat kenabian Nabi Luth ratusan tahun yang lalu dan sebelum datangnya al Quran.

Dalam Al-Quran jelas melarang hubungan sesama jenis, bahkkan termasuk perbuatan yang sangat hina sebagaimana firman Allah surat Al A’raaf ayat 80 yang artinya :

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ

Dan (Kami juga telah mengutus Nabi) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kalian mengerjakan perbuatan yang sangat hina itu, yang belum pernah dilakukan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelum kalian?” (QS. Al A’raaf : 80).

Hubungan sesama jenis termasuk perbuatan yang sangat hina, tetapi juga termasuk perbuatan krimimal dan sangat dilaknat oleh Allah dan seluruh makhluk, termasuk kaum perusak serta perbuatan zalim yang melampaui batas. Al-Quran, hadist, ijma para ulama sudah sepakat bahwa hubungan sesama jenis sangat dilarang. Tidak hanya termasuk perbuatan-perbuatan tersebut tetapi azab yang dahsyat juga menimpa mereka dijungkir balikan mereka ini sebagaimana dalam firman Allah surat Huud ayat 82

فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ

Artinya ”Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu (terjungkir balik sehingga) yang di atas ke bawah, dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.” (QS. Huud : 82).

Tidak hanya tercantum dalam Al-Quran, tetapi secara ilmiah bekas-bekas azab itu memang ada. Peneliti dari Universitas Trinity Southwest, Philip Silvia, menjelaskan, berdasarkan penelitan menggunakan karbon, terungkap bahwa pada 3.700 tahun lalu, tepatnya ketika peradaban Nabi Luth dan kaumnya tengah eksis di tepi Laut Mati, Yordania, meteor berjatuhan dari langit dan terpecah menjadi pecahan-pecahan kecil. Dalam sekejap pecahan meteor tersebut memperporak-porandakan yang ada. Jadi sangat jahiliyah sekali ketika kita kembali ke zaman ratusan tahun yang lalu yang sudah jelas dampak dan akibatnya, tidak hanya merusak tatanan kehidupan yang ada tetapi jelas-jelas dilaran dalam Al-Quran.

Wallahua’lam

Daftar Pustaka

  1. Al Quran
  2. Kiblat.net
  3. Kisah muslim.com

🍃🍃🌻🍃🍃🌻🍃🍃🌻🍃🍃🌻

👳🏻Konsultasi: https://wa.me/6281254571543 (Apry Zakaria Ramadhan)

📲 Info KUTUB : Bit.ly/media_kutub
———–**———–
═❁💰SEDEKAH KUTUB💰❁ ═

💰 Bank Muamalat Nomor rekening: 3180005019

💳 Ac : Komunitas Tahajjud Berantai atau Ke Member Account KUTUB masing-masing (bagi yang sudahu mendapatkan identitas member Kutub)

📱Konfirmasi
: https://wa.me/6285749376876 (Bendahara KUTUB)

❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁
✊Mengokohkan Langkah, Menggelorakan Istiqamah (OMGT)

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>