Antara Shalat di Awal Waktu, Berbakti kepada Orang Tua, dan Jihad (Part 2)

πŸ“•πŸ“—πŸ“˜πŸ“™πŸ“”
ARTIKEL MALAM

Hari/Tgl : Senin, 08 November 2021
04 Rabi’ul Akhir 1443 H
No. : 2232/AM/KOM/XI/2021
Materi : Tasqif
Pemateri : Wahyu Rinaldi

Tujuan : KUTUBer & Umum

πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦

πŸ“š Antara Shalat di Awal Waktu, Berbakti kepada Orang Tua, dan Jihad (Part 2)

β—†β—‡ Beberapa tahun terakhir ini, terutama sejak reformasi, beberapa kekerasan atas nama agama terjadi dimana-mana di berbagai daerah di Indonesia. Kekerasan itu dilakukan oleh sekelompok orang yang terlatih atas nama jihad dengan mengorbankan orang-orang yang tidak bersalah. Pertanyaannya adalah apakah mereka mendapatkan izin dari kedua orang tuanya untuk melakukan kekerasan yang tidak hanya menewaskan orang lain tetapi juga menewaskan diri sendiri tersebut?

β—†β—‡ Pertanyaan di atas penting untuk dijawab sebab jika tidak mendapatkan izin dari kedua orang tua, maka siapa pun sebetulnya tidak diperbolehkan pergi berjihad. Rasulullah sendiri tidak berani memberangkatkan seseorang untuk pergi berjihad di jalan Allah jika orang tersebut tidak mendapat izin dari orang tuanya.

β—†β—‡ Padahal jihad yang diserukan Rasulullah adalah jihad yang dijamin bisa dipertanggungjawabkan keabsahan dan kebenarannya di hadapan Allah, dan bukan jihad yang keliru yaitu mencelakai orang dan menyebabkan hilangnya nyawa.

β—†β—‡ Apakah perjuangan seorang ibu yang sedemikian berat itu boleh diabaikan sang anak begitu saja sehingga ia pergi berjihad tanpa restu atau izinnya? Tentu saja tidak! Oleh karena itu, sebagaimana dinyatakan dalam hadits di atas, Rasulullah memerintahkan agar laki-laki yang hendak ikut berjihad bersama Rasulullah itu supaya pulang menemui kedua orang tuanya untuk berbakti kepada mereka. Rasulullah mengatakan :

ΩΩŽΩΩΩŠΩ‡ΩΩ…ΩŽΨ§ ΩΩŽΨ¬ΩŽΨ§Ω‡ΩΨ―

β€œBerjihadlah di sisi keduanya!”

Artinya : berbakti kepada kedua orang tua itu juga termasuk jihad di jalan Allah meski tidak secara langsung.

β—†β—‡ Sejurus untuk jihad menghormati orang tua, hormat kepada guru juga tidak kalah pentingnya bagi seorang pelajar. Yang paling dasar adalah, lewat guru, kita bisa membaca, menulis, dan berhitung.

β—†β—‡ Lewat gurulah kita bisa bertanya tentang segala sesuatu yang belum kita ketahui. Guru di sini bukan hanya sosok yang ada di sekolah, tetapi di rumah, pesantren, majelis taklim, musholla, masjid, maupun di tengah masyarakat. Karena setiap orang yang memberikan dan mengajarkan kebaikan, dia tentu layak di sebut guru.

Wallahu A’lam Bisshowab

Sumber: https://nu.or.id/ubudiyah/antara-shalat-di-awal-waktu-berbakti-kepada-orang-tua-dan-jihad-nK1z2

πŸƒπŸƒπŸŒΌπŸƒπŸƒπŸŒΌπŸƒπŸƒπŸŒΌπŸƒπŸƒπŸŒΌ

=============================
πŸ‘³πŸ»Konsultasi: https://wa.me/6281254571543 (Apry Zakaria Ramadhan)
πŸ“² Info KUTUB : Bit.ly/media_kutub
———–**———–
β•βπŸ’°SEDEKAH KUTUBπŸ’°β ═
πŸ’° Bank Muamalat Nomor rekening: 3180005019
πŸ’³ Ac : Komunitas Tahajjud Berantai atau Ke Member Account KUTUB masing-masing (bagi yang sudah mendapatkan identitas member Kutub)
πŸ“±Konfirmasi : https://wa.me/6285749376876 (Bendahara KUTUB)

❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁
✊🏻 Mengokohkan Langkah, Menggelorakan Istiqamah (OMGT)

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>