Cerita Kiai Hasan Maolani Menyembuhkan Sakit dengan Puasa (Bagian 1)

πŸ“•πŸ“—πŸ“˜πŸ“™πŸ“”
ARTIKEL MALAM

Hari/Tgl. : Senin, 08 Juni 2020
17 Syawal 1441 H
No. : 1798/AM/KOM/VI/2020
Materi : Tasqif
Pemateri. : Wahyu Rinaldi

Tujuan : KUTUBer & Umum

πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦

πŸ“š Cerita Kiai Hasan Maolani Menyembuhkan Sakit dengan Puasa (Bagian 1)

Sahabat KUTUBer yang semoga dirahmati Allah. Kutipan firman Allah ο·» dalam Surat Al-Baqarah ayat 184, “Wa an tashumu khairul lakum in kuntum ta’lamun.” (dan memilih berpuasa adalah lebih baik jika saja kamu mengetahuinya), memiliki makna yang mendalam. Konteks ayat ini adalah menunjukkan kecenderungan Allah ο·» dalam merekomendasikan untuk lebih memilih berpuasa di hari lain (qadla) daripada membayar fidyah bagi yang orang tidak mampu berpuasa di bulan suci Ramadhan.

Imam Al-Maraghi dalam tafsirnya menunjukkan alasannya. Puasa merupakan sarana riyadlah atau menguji ketahanan fisik dan mental kita. Dalam hal spiritual Islam, puasa adalah sarana untuk semakin memperkuat keimanan, ketakwaan, dan mendekatkan diri kepada Allah ο·».

Selain secara medis, fungsi puasa untuk menyehatkan tubuh juga diterapkan dalam hal tindakan non-medis oleh para ulama termasuk diantaranya adalah Kiai Hasan Maolani. Beliau adalah seorang ulama terkemuka yang berasal dari Kuningan, Jawa Barat. Kiai Hasan Maolani hidup pada abad ke-19, sebuah masa dimana terjadi persinggungan yang sangat sengit antara ulama dan kolonial.

Karena dianggap berbahaya, Kiai Hasan Maolani diasingkan ke Kampung Jawa Tondano di Sulawesi Utara satu kamp pengasingan dengan Kiai Modjo dan pasukannya. Kiai Hasan Maolani pun tetap menjaga komunikasi dengan keluarganya melalui surat-menyurat.

Β© Mengobati dengan Puasa

Pada suatu waktu, Kiai Hasan Maolani menerima surat dari putranya yaitu Kiai Abshori atau Nurhamid. Ia menceritakan kondisi salah seorang keluarganya di Kuningan yang sedang dalam keadaan sakit. Kiai Abshori mengeluhkan keadaan ini kepada ayahnya padahal ia sudah menyembelihkan satu ekor hingga dua ekor kambing akikah, namun penyakitnya tidak kunjung sembuh.

Kiai Hasan Maolani kemudian merespon keluhan putranya itu dengan minta saran dari guru spiritualnya yaitu Panembahan Daqa. Sang Guru kemudian menyarankan agar menyembelih dua ekor kambing akikah lagi untuk si sakit sehingga menjadi empat ekor kambing yang disembelih. Saran ini diberikan mengingat adanya keistimewaan batin yang terdapat dalam diri si sakit.

√ Berikut kutipan pernyataan Kiai Hasan Maolani saat menyampaikan pesan gurunya :

“Kemudian terkait masalah sakitmu, Aku katakan kepadamu untuk mencoba saat menyembelih satu ekor kambing akikah satu masih sakit dan ketika menyembelih dua ekor juga masih sakit. Kemudian Aku meminta saran kepada Mbah Daqā’. Katanya, Aku harus memotong empat kambing akikah untukmu karena di dalam diri anak itu akan ada kedudukan (…). Jadi, tunaikanlah akikah empat ekor kambing namun kalau tidak ada kambing maka boleh diganti dengan ayam.”

Wallahu A’lam Bisshowab.

Sumber : https://islam.nu.or.id/post/read/120151/cerita-kiai-hasan-maolani-menyembuhkan-sakit-dengan-puasa

==========================
πŸ‘³πŸ»β€β™‚Konsultasi: https://wa.me/6281254571543 (Apry Zakaria Ramadhan)

πŸ“² Info KUTUB : Bit.ly/media_kutub
———–**———–
β•βπŸ’°SEDEKAH KUTUBπŸ’°β ═

πŸ’° Bank Muamalat Nomor rekening: 3180005019

πŸ’³ Ac : Komunitas Tahajjud Berantai atau Ke Member Account KUTUB masing-masing (bagi yang sudahu mendapatkan identitas member Kutub)

πŸ“±Konfirmasi : https://wa.me/6285749376876 (Bendahara KUTUB)

❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁

✊🏻 Mengokohkan Langkah, Menggelorakan Istiqamah (OMGT)

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>