Hadits No. 3, Rukun Islam

📓📕📗📘📙📔
ARTIKEL MALAM

Hari/Tgl. : Sabtu, 14 November 2020
06 Rabiul Akhir 1442 H
No. : 1947/AM/KOM/XI/2020
Materi : Hadist
Pemateri. : Ustadz Farid Nu’man Hasan

Tujuan : KUTUBer & Umum

📚 Hadits No. 3, Rukun Islam

◾Matan Hadist

عَنْ أَبِی عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللّٰه بْنِ عُمَرَ بْن الخَطَّابِ
رَضِیَ اللَّه عَنْهُمَا قَالَ سَمِعْتُ النَّبِی صَلَّی اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّم يَقُوْلُ بُنِیَ الإِسْلامُ عَلَی خَمسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّه وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللَّه وَإِقَامِ الصَّلاةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ

“Dari Abu Abdurrahman, abdullah bin Umar bin Khaththab r.a., dia berkata, ‘Aku mendengar Nabi saw. bersabd, Islam dibangun atas lima hal, (yaitu) kesaksian bahwa tidak ada Ilah, kecuali Allah, dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah; menegakkan shalat; menunaikan zakat; haji; puasa ramadhan.”

Allah Azza wa Jalla berfirman,

وَمَآ أُمِرُوٓا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ  ۚ وَذٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

“Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah, dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan sholat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).” (QS. Al-Bayyinah : 5)

قُلْ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ الْعٰلَمِينَ

“Katakanlah (Muhammad), Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam,”
(QS. Al-An’am : 162)

الَّذِى خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا  ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

“yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun,” (QS. Al-Mulk : 2)

Siapakah yang paling baik amalnya? Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengutip dari Imam al-Fudhail bin Iyadh sebagai berikut, “yaitu yang paling ikhlas dan paling benar. Ada orang bertanya, ” Wahai Abu Ali, apakah yang paling ikhlas dan paling benar itu? ” Dia menjawab, ” Sesungguhnya, amal itu jika benar, tetapi tidak ikhlas, tidak akan diterima, dan jika ikhlas, tetapi tidak benar, juga tidak diterima sampai amal itu ikhlas dan benar. Ikhlas adalah menjadikan ibadah hanya untuk Allah, dan benar adalah sesuai dengan sunnah. Ibnu Syahin dan al-Lalika’i meriwayatkan dari Sa’id bin Jubair, dia berkata, “Tidak akan diterima ucapan dan amal perbuatan, kecuali dengan niat, dan tidak akan diterima ucapan, perbuatan, dan niat, kecuali bersesuaian dengan sunnah.
Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah saw bersabda,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَی صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَی قُلُو بِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

“Sesungguhnya, Allah tidaklah melihat pada penampilan kalian dan harta kalian, tetapi Dia melihat pada hati dan perbuatan kalian.”

Ibadah merupakan upaya kita menuju diri-Nya dan itu merupakan mnahaj Allah (manhajullaah) yang sudah Dia tetapkan bagi hamba-hamba-Nya. Jika ingin mendekatkan diri kepada-Nya, ingin menjadi hamba-Nya (ibadurrahmaan) sejati, ingin menjadi keluarga-Nya, serta ingin menjadikan Allah Azza wa Jalla sebagai penglihatannya ketika dia melihat sebagai pendengarannya ketika dia mendengar, dan sebagai kakinya ketika dia melangkah, hendaklah mengabdikan diri kepada-Nya, serta merendah, tunduk, patuh, cinta, takut dan harap kepada-Nya. Ini merupakan manhaj yang harus ditempuh oleh siapa saja yang ingin bertemu dengan-Nya di akhirat dalam keadaan puas, ridha, dan diridhai.

Allah Azza wa Jalla berfirman,

يٰٓأَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ•ارْجِعِىٓ إِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً•فَادْخُلِى فِى عِبٰدِى•وَادْخُلِى جَنَّتِى

“Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.” (QS. Al-Fajr : 27- 30)

Namun demikian, manhaj ini tidak bisa ditempuh dengan tata cara yang keliru, keluar dari koridor, baik mengurangi maupun menambahkan (bid’ah), dengan hal-hal yang tidak dicontohkan dan diperintahkan oleh Rasulullah saw.. Walaupun dipandang baik oleh manusia dan hawa nafsu, itu tidak sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dari Rasulullah saw, itu menjadi sia-sia. Inilah implikasi dari muhammadar rasuulullaah,yaitu menjadikan rasulullah saw sebagai satu-satunya teladan yang baik(qudwah hasanah) dalam beribadah kepada Allah Azza wa Jalla,dengan pengertian ibadah yang sangat luas,dan tidak menyelisihinya, apalagi menentangnya.

🍃🍃🌼🍃🍃🌼🍃🍃🌼🍃🍃🌼

=============================
👳🏻Konsultasi: https://wa.me/6281254571543 (Apry Zakaria Ramadhan)
📲 Info KUTUB : Bit.ly/media_kutub
———–**———–
═❁💰SEDEKAH KUTUB💰❁ ═
💰 Bank Muamalat Nomor rekening: 3180005019
💳 Ac : Komunitas Tahajjud Berantai atau Ke Member Account KUTUB masing-masing (bagi yang sudahu mendapatkan identitas member Kutub)
📱Konfirmasi : https://wa.me/6285749376876 (Bendahara KUTUB)

❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁
✊🏻 Mengokohkan Langkah, Menggelorakan Istiqamah (OMGT)

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>