Hikmah Wahyu Terhenti Sementara Waktu (Part 2)

๐Ÿ“•๐Ÿ“—๐Ÿ“˜๐Ÿ“™๐Ÿ“”
ARTIKEL MALAM

Hari/Tgl : Senin, 18 Oktober 2021
12 Rabi’ul Awal Safar 1443 H
No. : 2217/AM/KOM/X/2021
Materi : Tasqif
Pemateri : Wahyu Rinaldi

Tujuan : KUTUBer & Umum

๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ

๐Ÿ“š Hikmah Wahyu Terhenti Sementara Waktu (Part 2)

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Jabir bin Abdillah, bahwa dia mendengar Rasulullah ๏ทบ menceritakan masa vakum itu. Ia bertutur:

โ€œKetika tengah berjalan, tiba-tiba aku mendengar suara dari arah langit, lalu aku mendongakkan pandangan ke arah langit. Ternyata malaikat yang telah mendatangiku ketika di Gua Hira, sekarang duduk di atas kursi antara langit dan bumi. Aku pun terkejut karenanya hingga aku tersungkur ke bumi. Kemudian aku pulang kepada keluargaku sembari berkata, โ€˜Selimutilah aku. Lantas mereka menyelimutiku. Allah pun menurunkan firman-Nya :

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู’ู…ูุฏู‘ูŽุซู‘ูุฑู โ€ข ู‚ูู…ู’ ููŽุฃูŽู†ู’ุฐูุฑู’ โ€ข ูˆูŽุฑูŽุจู‘ูŽูƒูŽ ููŽูƒูŽุจู‘ูุฑู’ โ€ข ูˆูŽุซููŠูŽุงุจูŽูƒูŽ ููŽุทูŽู‡ู‘ูุฑู’ โ€ข ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูุฌู’ุฒูŽ ููŽุงู‡ู’ุฌูุฑู’ โ€ข (ุงู„ู…ุฏุซุฑ: )

โ€œHai orang yang berkemul (berselimut); bangunlah, lalu berilah peringatan; dan Tuhanmu agungkanlah; dan pakaianmu bersihkanlah; dan perbuatan dosa tinggalkanlah.โ€ (QS. al-Muddatsir: 1-5).

โ—†โ—‡ Masa kevakuman wahyu mengandung banyak hikmah, yang di antaranya sebagai berikut :

  1. Menjadi jeda untuk beristirahat. Menerima wahyu bukan hal mudah bagi Nabi Muhammad ๏ทบ. Saat menerima wahyu, kondisi beliau terlihat susah. Wajahnya memerah, berkeringat, sempoyongan, tubuh terasa berat dan seperti mendengar suara gerombolan lebah. Karena itu, hikmah masa vakum itu adalah sebagai jeda bagi Nabi Muhammad ๏ทบ untuk beristirahat sejenak.

Syekh Muhmmad bin Yusuf as-Shalihi as-Syami (w. 942 H) dalam Subulul Hudรข war Rasyรขd menjelaskan:

ุงู„ุญูƒู…ุฉ ููŠ ูุชุฑุฉ ุงู„ูˆุญูŠ ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…: ู„ูŠุฐู‡ุจ ุนู†ู‡ ู…ุง ูƒุงู† ูŠุฌุฏู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู…ู† ุงู„ุฑูˆุนุŒ ูˆู„ูŠุญุตู„ ู„ู‡ ุงู„ุชุดูˆู‚ ุฅู„ู‰ ุงู„ุนูˆุฏ

โ€œHikmah masa vakum wahyu wallaahu aโ€™lam adalah supaya rasa takut yang Nabi saw alami hilang, lalu beliau rindu untuk menerima wahyu kembali.โ€ (As-Shalihi, Subulul Hudรข war Rasyรขd fรฎ Sirati Khairal โ€˜Ibรขd, juz II, halaman 272).

Pendapat senada juga dikemukakan Ibnu Hajar al-โ€˜Asqalani (wafat 852 H), โ€œAdanya masa vakum itu bertujuan untuk menghilangkan ketakutan yang dialami oleh Rasulullah ๏ทบ dan membuatnya penasaran untuk mengalaminya lagi.โ€ (Ibnu Hajar, Fathul Bรขri, [Kairo, Musthafal Babil Halabi: 1959], juz I, halaman 30).

  1. Mempertegas autentisitas atau keaslian wahyu. Kafir Quraisy yang tidak mempercayai wahyu menganggapnya hanya bisikan hati yang muncul akibat Rasulullah ๏ทบ terlalu sering merenung. Mereka juga menganggap wahyu hanyalah sesuatu yang timbul dari diri beliau, bukan dari Allah ๏ทป.

Saat wahyu terputus sementara waktu, Rasulullah ๏ทบ begitu gundah dan khawatir, jangan-jangan Allah telah meninggalkannya karena ada kesalahan yang telah diperbuatnya. Kala itu, jiwa Rasulullah ๏ทบ begitu terguncang seolah dunia terasa sempit. Bahkan sebagaimana dalam riwayat Al-Bukhari yang telah dijelaskan sebelumnya, setiap kali Rasulullah ๏ทบ melintasi gunung, beliau selalu terbesit untuk menjatuhkan diri.

Ini sebuah tekanan batin yang luar biasa. Menurut Syaikh Said Ramadhan al-Buhti, kondisi demikian tidak akan dialami jika wahyu hanya halusinasi dari Rasulullah ๏ทบ sendiri. Artinya, peristiwa terputusnya wahyu untuk sementara waktu yang diikuti kondisi Rasulullah ๏ทบ seperti itu, mempertegas bahwa wahyu tersebut benar-benar wahyu yang datang dari Allah ๏ทป. (Al-Buthi, Fiqhus Sรฎrah, halaman 100).

Terputusnya wahyu untuk sementara sebagai bukti autentisitas atau keaslian wahyu ilahi, juga bisa dianalisis dari sisi lain. Bahwa dengan peristiwa tersebut, berarti wahyu bukan sekehendak Nabi ๏ทบ; kapan turun dan kapan berhenti. Artinya, tidak ada kehendak Nabi ๏ทบ di sini. Murni kehendak Allah. Karena memang wahyu tersebut diturunkan dari Allah.

Wallahu A’lam Bishawab

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/130738/hikmah-wahyu-terhenti-sementara-waktu

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒผ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒผ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒผ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒผ

=============================
๐Ÿ‘ณ๐ŸปKonsultasi: https://wa.me/6281254571543 (Apry Zakaria Ramadhan)
๐Ÿ“ฒ Info KUTUB : Bit.ly/media_kutub
———–**———–
โ•โ๐Ÿ’ฐSEDEKAH KUTUB๐Ÿ’ฐโ โ•
๐Ÿ’ฐ Bank Muamalat Nomor rekening: 3180005019
๐Ÿ’ณ Ac : Komunitas Tahajjud Berantai atau Ke Member Account KUTUB masing-masing (bagi yang sudah mendapatkan identitas member Kutub)
๐Ÿ“ฑKonfirmasi : https://wa.me/6285749376876 (Bendahara KUTUB)

โโโ•โโโ•โโโ•โโโ•โโโ•โโโ•โโโ•โโโ•โโโ•โ
โœŠ๐Ÿป Mengokohkan Langkah, Menggelorakan Istiqamah (OMGT)

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>