Ketika Dia Rindu…

🎐 AHAD STORY

Hari/Tgl : Ahad, 25 Juli 2021
15 Dzulhijjah 1442 H
No. : 434/AS/KOM/VII/2021
Tujuan : Semua KUTUBer
◆=¤==◆==¤◇◆◇¤==◆==¤=◆
💦❄️💦❄️💦❄️💦❄️💦❄️💦

☘️ Ketika Dia Rindu…

Jangan pernah mengerutuki apa yang menjadi takdirmu. Bisa jadi, apa yang Allah takdir kan jauh lebih baik untukmu, meski tak menyamankan hatimu. Husnul Billah, berprasangka baiklah kepada Allah meski ikhlas itu tak mudah. Karena daun yang gugur tidak akan pernah menyalahi Rab-Nya.

🌹🌹🌹

“Hufft!” Wawan membuang nafas kasar sambil mengusap rambutnya. Ia menyandarkan tubuhnya di kursi tua panjang yang telah berkarat. Raut wajahnya menampakkan keputusasaan. Biasanya senja menjadi hari paling membahagiakan bagi Wawan, karena ia akan bertemu sang bidadari serta calon buah hati yang dicintainya setelah seharian berjibaku dengan pekerjaannya yang cukup berat.

Namun, tidak hari ini. Ia memilih untuk tidak pulang. Ia justru pergi ke sebuah taman dekat kantornya. Bibirnya kelu, wajahnya kusut, tenggorokan rasanya tercekat. Entah apa yang akan ia sampaikan kepada sang istri tercinta. Selepas Isya, Wawan berjalan gontai menghampiri istrinya yang sedang terhanyut membaca ayat-ayat-Nya. Alunan suaranya terdengar syahdu menentramkan jiwa.

🌹🌹🌹

“Dek!” panggilnya.
“Ya, Mas. Kamu sudah sholat Isya?” tanya Aida seraya ia mengakhiri bacaan tilawahnya kemudian membereskan kembali alat shalat yang telah ia gunakan.
“Belum, nanti saja lah. Mas mau bicara sama kamu,” Jawab Wawan.

“Ada apa, Mas?”
“Mas baru saja di PHK, akibat pandemi ini, beberapa security dirumahkan tanpa pesangon. Hanya gaji ini saja yang mas dapatkan dan gaji itu tidak full,” terang Wawan, ia pun menyodorkan amplop berwarna coklat yang berisi uang tujuh ratus ribu,
“gimana ya, Dek? mana bulan depan kamu akan melahirkan. Sedangkan tabungan Mas belum cukup untuk itu. Kenapa Allah menakdirkan hidup kita susah seperti ini ya, Dek!” Sambungnya.

Aida tersenyum. “Mas, kenapa bicara begitu? Apa Mas gak yakin kalau Allah menjamin rezeki kita? Mas gak yakin kalau Allah Maha Kaya?”
“Bukan begitu, Dek! Tapi …” belum selesai Wawan bicara, Aida memotong pembicaraannya.

“Mas, Allah memberikan kita ujian dengan kekurangan harta, mungkin karena Allah rindu dengan keluh kesah kita, Allah rindu kita menengadahkan tangan untuk meminta kepada-Nya. Allah rindu kita bisa berlama-lama berduaan bersama-Nya di sepertiga malam. Mas, jangan berfikir Allah menelantarkan kita, justru saat ini Allah sangat sayang kepada kita dan ingin kita kembali mendekat kepada-Nya.”

🌹🌹🌹

“Astaghfirullah, Dek. Iya benar. Sudah cukup lama mas sibuk dengan urusan dunia dan melalaikan kewajiban mas sebagai hamba-Nya. Sudah sangat jarang mas bercengkrama dengan-Nya. Ya Allah… Ampuni hamba ya, Rabb.”

“Yuk, Mas. Kita sama-sama kembali mendekat kepada-Nya. Insyaallah dengan kita memperbaiki hubungan kita dengan Allah, maka Allah akan memperbaiki kehidupan kita. Adek yakin Allah akan memberikan kehidupan yang lebih baik dari hari ini. Jika tidak dunia, insyaallah mudah-mudahan di surga-Nya kelak.”

✍🏻 Febry Yana

❄️💦❄️💦❄️💦❄️💦❄️💦❄️

==========☆☆☆============
═❁💰SEDEKAH KUTUB💰❁ ═

💰 Bank Muamalat (kode bank 147) atas Nama Komunitas Tahajjud Berantai

☎️ Syiar Dakwah – No.Rek : 3180005019 atau melalui MAK bagi yg sudah mendapatkannnya

📱Konfirmasi : https://wa.me/6285749376876 (Bendahara KUTUB)

❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁
✊🏻 Mengokohkan Langkah, Menggelorakan Istiqamah

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>