Ketika Saโ€™id bin Jubair Ditanya, Siapa yang Paling Banyak Ibadahnya? (Part 2)

๐Ÿ“•๐Ÿ“—๐Ÿ“˜๐Ÿ“™๐Ÿ“”
ARTIKEL MALAM

Hari/Tgl : Senin, 29 Maret 2021
16 Sya’ban 1442 H
No. : 2053/AM/KOM/III/2021
Materi : Tasqif
Pemateri : Wahyu Rinaldi

Tujuan : KUTUBer & Umum

๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ

๐Ÿ“š Ketika Saโ€™id bin Jubair Ditanya, Siapa yang Paling Banyak Ibadahnya? (Part 2)

Karena itu, ketika ditanya tentang siapakah orang yang paling banyak ibadahnya, Imam Saโ€™id bin Jubair tidak menjawabnya secara langsung, tapi menggambarkannya dengan sebuah proses. Mengingatkan kembali manusia bahwa tidak ada seorang pun yang luput dari dosa. Semua manusia pasti pernah berbuat dosa, tentu dengan tingkatan yang berbeda-beda. Tidak terkecuali ahli ibadah. Hanya para Nabi lah yang terbebas dari itu.

Ia menjawab: โ€œSeseorang yang melakukan dosa, kemudian setiap kali dia teringat dosanya, dia memandang rendah amalnya.โ€

โ—พDari jawaban tersebut, ada tiga hal penting :

  1. Pentingnya manusia tersadarkan bahwa dia pasti pernah berbuat dosa, baik kecil ataupun besar. Misalnya dia tidak pernah mencuri, tapi pernah menggunjingkan seseorang tanpa disadari.
  2. Pentingnya kesadaran mengingat dosa di masa lalu. โ€œMengingatโ€ bukan berarti meragukan ke-Maha-Ampunan Allah. Allah pasti mengampuni segala dosa ketika manusia benar-benar memohon ampunan-Nya. โ€œMengingatโ€ di sini harus dimaknai sebagai pelajaran dan pijakan hidup. โ€œPelajaranโ€ agar kita memperbaiki diri dan tidak mengulanginya lagi. โ€œPijakanโ€ agar kita selalu diingatkan bahwa kita memiliki kemungkinan untuk mengulangi perbuatan dosa, dan melakukan dosa lain yang belum kita lakukan. Dengan โ€œmengingatโ€, kita tidak akan mudah menyombongkan diri dan memandang diri paling mulia di antara manusia.
  3. Pentingnya memandang rendah amal. Memandang rendah amal kurang lebih sama dengan memandang sedikit amal yang kita lakukan. Ini sangat penting untuk meredakan kesombongan kita. Memang, kita tidak bisa pungkiri, struktur kejiwaan manusia sangat memungkinkan untuk menyombongkan diri. Setiap manusia yang mempunyai kelebihan, sadar atau tidak sadar, dia akan memandang dirinya lebih, dan itu, jika tidak dibarengi dengan kesadaran akan โ€œdosaโ€, akan bergejolak sangat liar. Sebagaimana Iblis yang mengatakan, โ€œanรข khairun minhuโ€ (aku lebih baik dari Adam).

Asumsi sepihak itulah yang membuat Iblis terusir dari surga. Dengan demikian, kesadaran tentang ketidaksempurnaan dan ketidakmampuan manusia untuk terlepas dari dosa, sangat penting dimiliki manusia. Tentu, ini bukan berarti manusia bebas melakukan dosa. Malah sebaliknya, ini adalah benteng, atau metode pertahanan diri agar manusia tidak berhenti berupaya menghindari dosa.

Selain itu, kesadaran semacam ini dapat membentengi manusia dari kesombongan. Dengan mengingat dosa-dosanya, dan menyadari ketidakmampuannya untuk selalu benar, manusia tidak akan mudah menyombongkan diri. Dia akan terus diingatkan dan disadarkan, sehingga tidak mudah menyibukkan diri untuk mencari keburukan orang lain. Dia akan lebih sibuk dalam mencari keburukannya sendiri dan berusaha memperbaikinya.

Pertanyaannya, sudahkah kita melakukannya?

Wallahu A’lam Bisshowab

Sumber : https://islam.nu.or.id/post/read/126852/ketika-sa-id-bin-jubair-ditanya–siapa-yang-paling-banyak-ibadahnya

๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐Ÿ‚๐Ÿ๐Ÿ‚๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐Ÿ‚๐Ÿ‚
==========โ˜†โ˜†โ˜†============
โ•โ๐Ÿ’ฐSEDEKAH KUTUB๐Ÿ’ฐโ โ•

๐Ÿ’ฐ Bank Muamalat (kode bank 147) atas Nama Komunitas Tahajjud Berantai

โ˜Ž Syiar Dakwah โ€“ No.Rek : 3180005019 atau melalui MAK bagi yg sudah mendapatkannnya

๐Ÿ“ฑKonfirmasi : https://wa.me/6285749376876 (Bendahara KUTUB)

โโโ•โโโ•โโโ•โโโ•โโโ•โโโ•โโโ•โ
โœŠ๐Ÿป Mengokohkan Langkah, Menggelorakan Istiqamah (OMGT)

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>