Keutamaan Qiyamul Lail dan Anjuran Untuk Melaksanakannya (Part 6)

🍄🍁MUHASABAH CINTA🍁🍄

Hari/Tgl : Jum’at, 2 Juli 2021
21 Dzulqa’dah 1442 H
No. : 1525/MC/KOM/VII/2021
Materi : Muhasabah Cinta
Pemateri : Fredy Adi Pramana S.Pd
Tujuan : KUTUBer & Umum
=========☆☆☆☆===========
🍂🍂🌼🌼🍂🍁🍂🌼🌼🍂🍂

🔰 Keutamaan Qiyamul Lail dan Anjuran Untuk Melaksanakannya (Part 6)

Ath-Thibi berkata, “Sungguh, seandainya shalat tahajud tidak memiliki keutamaan selain firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala,

وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَا فِلَةً لَّكَ  ۖ عَسٰۤى اَنْ يَّبْعَـثَكَ رَبُّكَ مَقَا مًا مَّحْمُوْدًا

“Dan pada sebagian malam, lakukanlah sholat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’ : 79)

Dan Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala,

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

تَتَجَا فٰى جُنُوْبُهُمْ عَنِ الْمَضَا جِعِ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَّطَمَعًا  ۖ وَّمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ ● فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّاۤ اُخْفِيَ لَهُمْ مِّنْ قُرَّةِ اَعْيُنٍ  ۚ جَزَآءً بِۢمَا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka; Maka tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS. As-Sajdah : 16-17)

Dan ayat-ayat lainnya, niscaya itu sudah cukup sebagai keistimewaan.”

Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash, bahwa Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

رَضيَ اللَّه عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: أَحَبُّ الصَّلاةِ إِلَى اللَّهِ صَلاةُ دَاوُدَ، وَأَحبُّ الصيامِ إِلَى اللَّهِ صِيامُ دَاوُدَ، كانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْل وَيَقُومُ ثُلُثَهُ ويَنَامُ سُدُسَهُ وَيصومُ يَومًا وَيُفطِرُ يَومًا (متفقٌ عليه)

“Shalat yang paling dicintai oleh Allah adalah shalat Dawud, dan puasa yang paling dicintai oleh Allah adalah puasa Dawud: Dia tidur separuh malam, bangun sepertiganya, dan tidur seperenamnya. Dia berpuasa sehari dan tidak berpuasa sehari.” (Muttafaq ‘Alaih)

Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata, “Al-Muhallab berkata, “Dawud Alaihissalam menyiapkan dirinya dengan tidur di awal malam, kemudian bangun di waktu yang padanya Allah menyeru, ‘Apakah ada yang meminta sehingga Aku mengabulkan permintaannya?’ Kemudian dia tidur sehingga dia bisa beristirahat dari lelahnya Qiyamullail di sisa malamnya, dan ini adalah tidur di waktu sahur. Cara ini lebih disukai oleh Allah karena dia bersikap lembut terhadap jiwa yang dikhawatirkan merasa bosan, dan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam bersabda,

ان الله لا يمل حتى تملوا

‘Sesungguhnya Allah tidak bosan sehingga kalian sendiri yang bosan.’ (HR. Bukhari no. 43 dan Muslim no. 785)

Allah menyukai untuk mengontinukan karunia-Nya dan terus memberikan kebaikan-Nya.” (Fath al-Bari)

Bersambung…

🍂🍂🌼🌼🍂🍁🍂🌼🌼🍂🍂
==========☆☆☆============
═❁💰SEDEKAH KUTUB💰❁ ═

💰 Bank Muamalat (kode bank 147) atas Nama Komunitas Tahajjud Berantai

☎ Syiar Dakwah – No.Rek : 3180005019 atau melalui MAK bagi yg sudah mendapatkannya

📱Konfirmasi : https://wa.me/6285749376876 (Bendahara KUTUB)

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>