Khansâ, Penyair Perempuan yang Membuat Kagum Rasulullah ﷺ (Bagian 2)

📕📗📘📙📔
ARTIKEL MALAM

Hari/Tgl. : Selasa, 17 November 2020
02 Rabi’ul Akhir 1442 H
No. : 1943/AM/KOM/XI/2020
Pemateri : Ustadzah Ida Faridah
Tujuan : KUTUBer & Umum
========= ❁❁❁❁ =========
🍃🍃🌻🍃🍃🌻🍃🍃🌻🍃🍃🌻

📚 Khansâ, Penyair Perempuan yang Membuat Kagum Rasulullah ﷺ (Bagian 2)

Meski seorang wanita, Khansâ sangat dihormati oleh sastrawan Arab lainnya. al-Nâbighah al-Dzubyânî, seorang penyair dari Bani Dhubyan yang hidup sekitar 535-604, pernah memuji al-Khansâ’ dengan mengatakan :

والله لولا أن أبا بصير أنشذني (آنفا) لقلتُ إنّكِ أشعر الجنّ والإنس

“Demi Allah, jikalau Abu Bashir (al-A’syâ) tidak membacakan puisinya padaku lebih dulu, akan kukatakan bahwa kau penyair terhebat dari jin dan manusia.” (Imam Ibnu Qutaibah, Al-Syi’r wa Al-Syu’arâ’, juz 1, h. 344)

Abu Bashir al-A’sya yang dimaksud Nabighah adalah Maimun bin Qais al-A’sya (570-625/629 M), salah satu penyair terakhir pra-Islam. Ia disebut al-A’sya karena pengelihatannya yang lemah.

Menurut salah satu riwayat, Khansa’ memeluk Islam bersama kaumnya, Bani Sulaim. Abu ‘Amr mengatakan :

قدمت علي النبي صلي الله عليه و وآله سلم مع قومها من بني سليم فأسلمت معهم

“Khansa’ mendatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Alihi Wasallam bersama kaumnya, Bani Sulaim, kemudian ia memeluk Islam bersama mereka.” (Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalani, al-Ishâbah fî Tamyîz al-Shahâbah, Beirut : Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, juz 8, h. 66)

Dikisahkan, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam meminta Khansa’ untuk membacakan sebuah syair, dan beliau pun kagum pada syair yang dibacakannya (yastansyiduhâ wa ya’jabuhu syi’rahâ). (Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalani, al-Ishâbah fî Tamyîz al-Shahâbah, juz 8, h. 66).

Setelah memeluk Islam, tema dan isi dari syair-syair ratapan yang telah membawanya ke puncak popularitas berubah. Ketika ia mendengar empat orang anaknya, Yazid, Muawiyah, ‘Amr dan Amrah terbunuh dalam Perang Qadisiyyah (636 M) di masa Khalifah Umar bin Khattab, ia berujar :

الحمد لله الذي شرفني بقتلهم، وأرجو من ربي أن يجمعني بهم في مستقر رحمته

“Segala puji milik Allah yang memuliakanku dengan kematian mereka. Aku hanya berharap Tuhanku akan menyatukanku dengan mereka dalam naungan rahmat-Nya.” (Muhammad Rakan al-Dughmi, al-Tajassus wa Ahkâmuhu fi al-Syari’ah al-Islamiyyah, Kairo : Dar al-Salam, 1985, h. 193).

Sebelum memeluk Islam, Khansâ menyuruh saudaranya, Shakr, untuk menuntut balas kematian saudaranya, Muawiyah. Pada akhirnya, Shakr terluka dan meninggal satu tahun kemudian karena lukanya. Setelah memeluk Islam, ia melebihkan ketabahannya, ia merasa dimuliakan dengan terbunuhnya mereka. Dendam sudah tidak lagi menjadi pelampiasannya.

Khansâ wafat pada tahun 24 Hijriah (645 M) di usia sekitar 70/71 tahun. Semoga kita bisa mengambil pelajaran darinya. Aamiin.

Wallahu A’lam Bisshowab

Sumber : https://islam.nu.or.id/post/read/124497/khansa—penyair-perempuan-yang-membuat-kagum-rasulullah

🍃🍃🌻🍃🍃🌻🍃🍃🌻🍃🍃🌻

👳🏻Konsultasi: https://wa.me/6281254571543 (Apry Zakaria Ramadhan)

📲 Info KUTUB : Bit.ly/media_kutub
———–**———–
═❁💰SEDEKAH KUTUB💰❁ ═

💰 Bank Muamalat Nomor rekening: 3180005019

💳 Ac : Komunitas Tahajjud Berantai atau Ke Member Account KUTUB masing-masing (bagi yang sudahu mendapatkan identitas member Kutub)

📱Konfirmasi
: https://wa.me/6285749376876 (Bendahara KUTUB)

❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁
✊Mengokohkan Langkah, Menggelorakan Istiqamah (OMGT)

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>