Kisah Imam Malik Radhiyallahu ‘Anhu dan Sekelompok Santri Malas Yang Menjadi Ulama Terkemuka (Bagian 1)

πŸ“•πŸ“—πŸ“˜πŸ“™πŸ“”
ARTIKEL MALAM

Hari/Tgl. : Senin, 23 November 2020
08 Rabiul Akhir 1442 H
No. : 1949/AM/KOM/XI/2020
Materi : Tasqif
Pemateri. : Wahyu Rinaldi

Tujuan : KUTUBer & Umum

πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦

πŸ“š Kisah Imam Malik Radhiyallahu ‘Anhu dan Sekelompok Santri Malas Yang Menjadi Ulama Terkemuka (Bagian 1)

Sahabat KUTUBer yang semoga dirahmati Allah. Imam Yahya bin Yahya menceritakan percakapan pertamanya dengan guru tercintanya Imam Malik bin Anas Radhiyallahu ‘Anhu (711 M-795 M/90 H-174 H) pendiri Mazhab Maliki. Ia mengisahkan percakapan pertamanya dengan Imam Malik Radhiyallahu ‘Anhu yang memberikan kesan bagi perjalanan intelektualitasnya.

Imam Yahya bin Yahya (wafat 848 M) adalah uUama asal Andalusia yang berguru kepada Imam Malik di Madinah. Ia kemudian membawa dan mengembangkan mazhab Maliki di Andalusia. Ia juga periwayat Kitab Al-Muwattha karya Imam Malik. Ia merupakan ulama besar generasi awal Mazhab Maliki.

“Siapa namamu, wahai anak muda?” tanya Imam Malik Radhiyallahu ‘Anhu saat Imam Yahya remaja menghadiri pertama majelis ilmu gurunya untuk menuntut ilmu.
“Semoga Allah memuliakanmu wahai guruku. Namaku Yahya,” jawabnya. Ia saat itu adalah santri termuda Imam Malik Radhiyallahu ‘Anhu .

“Semoga Allah menghidupkan hatimu. Kamu harus sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Aku akan menceritakan kepadamu sebuah kisah yang dapat membakar semangatmu dalam menuntut ilmu dan mengalihkan perhatianmu dari aktivitas lainnya,” kata Imam Malik Radhiyallahu ‘Anhu.

Imam Malik RA memulai kisahnya. β€œSuatu hari seorang remaja asal negeri Syam tiba di Kota Madinah. Kurang lebih seusia denganmu. Ia menuntut ilmu kepada kami dengan giat dan sungguh-sungguh. Dalam usia yang begitu belia, Allah memanggilnya. Ia wafat. Aku belum pernah melihat kondisi jenazah yang begitu eloknya di Kota Madinah ini.”

Almarhum tidak lain adalah salah seorang wali Allah. Ulama Madinah berkumpul untuk menshalatkan jenazahnya. Masyarakat pun ikut berduyun untuk mengantarkan jenazahnya ke pemakaman. Ketika tahu akan antusias dan pernghormatan ulama dan masyarakat yang begitu besar, gubernur Madinah menahan pelaksanaan shalat jenazahnya. β€œPilihlah orang yang paling kalian sukai,” perintah gubernur.

Ulama Madinah mengajukan nama Imam Rabiβ€˜ah. Imam Rabiah, Zaid bin Aslam, Yahya bin Sa’id, Ibnu Syihab, termasuk ulama yang paling dekat dengan mereka, Muhammad Ibnu Munkadir, Shafwan bin Salim, Abu Hazim, dan ulama terkemuka lainnya menurunkan jenazah ke liang lahat. Imam Rabi’ah menyusun batu bata pada lahatnya. Mereka memberikan batu bata tersebut kepadanya.

Tiga hari setelah pemakamannya, salah seorang yang terkenal sebagai wali Allah di Kota Madinah, kata Imam Malik kepada Yahya remaja, bermimpi melihat almarhum sebagai remaja yang berpenampilan dan berpakaian putih elok sekali. Almarhum mengenakan serban hijau dan menunggang kuda kelabu yang sangat bagus. Ia turun dari langit dan menuju kepada sang wali. Ia mengawali percakapan dengan salam.

β€œDerajatku yang tinggi ini bukan didapat dengan berkah ilmu,” kata remaja belia tersebut.
β€œLalu apa yang mengantarkanmu ke derajat yang begitu mulia ini?” tanya wali Allah.

Wallahu A’lam Bisshowab

Sumber : https://islam.nu.or.id/post/read/124382/kisah-imam-malik-ra-dan-sekelompok-santri-malas-yang-menjadi-ulama-terkemuka

==========================
πŸ‘³πŸ»β€β™‚Konsultasi: https://wa.me/6281254571543 (Apry Zakaria Ramadhan)

πŸ“² Info KUTUB : Bit.ly/media_kutub
———–**———–
β•βπŸ’°SEDEKAH KUTUBπŸ’°β ═

πŸ’° Bank Muamalat Nomor rekening: 3180005019

πŸ’³ Ac : Komunitas Tahajjud Berantai atau Ke Member Account KUTUB masing-masing (bagi yang sudahu mendapatkan identitas member Kutub)

πŸ“±Konfirmasi : https://wa.me/6285749376876 (Bendahara KUTUB)

❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁

✊🏻 Mengokohkan Langkah, Menggelorakan Istiqamah (OMGT)

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>