Kisah Imam Syafi’i Menemukan Dalil Ijma’ (Part 1)

📕📗📘📙📔
ARTIKEL MALAM

Hari/Tgl : Senin, 13 September 2021
07 Safar 1443 H
No. : 2188/AM/KOM/IX/2021
Materi : Tasqif
Pemateri : Wahyu Rinaldi

Tujuan : KUTUBer & Umum

💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦

📚 Kisah Imam Syafi’i Menemukan Dalil Ijma’ (Part 1)

Sahabat KUTUBer yang semoga dirahmati Allah. Siapa yang tidak kenal Imam Syafi’i. Seorang sarjana Islam independen terkemuka, menguasai multidisiplin keilmuan Islam, dan terhitung sebagai mujtahid mutlak; sebuah pencapaian intelektual yang sulit dicapai, apalagi zaman sekarang. Tapi, bagaimana mungkin ulama legendaris itu ‘gemetar’ saat ditanya sebuah dalil.

Dalam diskursus Ushul Fiqih, secara global, dalil syari’at terbagi menjadi dua: dalil yang disepakati oleh Imam Empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali) dan dalil yang tidak disepakati oleh keempat Imam tersebut. Kemudian, dalil yang disepakati disebut sebagai al-Adillah al-Muttafaq ‘Fiha, sementara dalil yang tidak disepakati semua imam mazhab disebut al-Adillah al-Mukhtalaf Fiha.

Perbedaannya, jika dalil yang disepakati, berarti semua imam mazhab menggunakannya sebagai landasan hukum Islam (syari’at). Sebaliknya, dalil yang tidak disepakati adalah dalil yang tidak semua imam mazhab mengadopsinya sebagai dasar hukum.

Salah satu dalil yang disepakati itu adalah ijma’ atau konsensus para ulama. Posisi ijma’ sendiri berada pada urutan ketiga setelah Al-Qur’an dan hadits. Pada kesempatan kali ini, penulis ingin mengulas sebuah kisah Imam Syafi’i berkaitan dengan dasar hukum Islam ketiga itu (ijma’).

Namun, sebelum itu, penulis ingin menegaskan bahwa dasar mengapa ulama menggunakan ijma’ adalah Al-Qur’an. Di antaranya adalah ayat Al-Qur’an berikut,

وَمَن يُشَاقِقِ ٱلرَّسُولَ مِنۢ بَعۡدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ ٱلۡهُدَىٰ وَيَتَّبِعۡ غَيۡرَ سَبِيلِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ نُوَلِّهِۦ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصۡلِهِۦ جَهَنَّمَۖ وَسَآءَتۡ مَصِيرًا

Artinya, “Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An-Nisa : 115)

Ayat di atas menegaskan, bahwa orang yang tidak mengikuti jalan orang-orang Mukmin, akan mendapat ancaman neraka Jahannam. Atas dasar inilah, orang yang tidak setia pada konsensus para ulama (ijma’), berarti masuk dalam ancaman itu. (lihat Abdul Wahab Khallaf, Ilmu Ushul Fiqh, hal. 47) Dalam kitab Al-Imla’ (hal. 141-143) (kitab komentar dari Syarah Mahalli atas Al-Waraqat) oleh Dr Amjad Rasyid, mengutip kisah Imam Syafi’i yang ditanyai oleh seorang kakek misterius terkait dasar penggunaan ijma’ sebagai salah satu landasan hukum Islam.

Dikisahkan, pada suatu hari, waktu antara zuhur dan ashar. Imam Syafi’i tengah bersandar di sebuah tiang (riwayat lain mengatakan bukan tiang). Tiba-tiba datang seorang kakek misterius dengan mengenakan jubah, imamah, dan sarung. Semua yang dikenakan kakek itu terbuat dari shuf (bulu domba). Tangannya memegang sebuah tongkat. Tampak sekali kewibawaannya. Imam Syafi’i yang melihat kehadirannya, segera berdiri untuk merapikan pakaian. Lalu duduk. Kakek itu mengucapkan salam dan turut duduk. Betapa Imam Syafi’i melihat kakek itu penuh dengan kewibawaan.

Sang kakek berkata, “Saya ingin mengajukan sebuah pertanyaan.”
“Silakan,” jawab Imam Syafi’i.
“Apa dasar dari agama Allah?” tanya sang kakek.
“Al-Qur’an.”
“Lalu, apa lagi?”
“Sunnah Rasulullah ﷺ.”
“Lalu?”
“Konsensus (ijma’) para ulama.”
“Apa landasan-landasan Anda mengatakan konsensus para ulama?” desak sang kakek.
“Al-Qur’an.”
“Jika Al-Qur’an, lalu, ayat yang mana?” lanjutnya mendesak.

Kali ini Imam Syafi’i tidak langsung menjawab. Berpikir sejenak. Imam Syafi’i masih belum juga menjawab. Menyadari demikian, sang kakek memberinya jedah waktu tiga hari untuk Imam Syafi’i, guna mencarikan jawaban.

Wallahu A’lam Bisshowab

Sumber : https://islam.nu.or.id/post/read/129345/kisah-imam-syafi-i-menemukan-dalil-ijma-

🍃🍃🌼🍃🍃🌼🍃🍃🌼🍃🍃🌼

=============================
👳🏻Konsultasi: https://wa.me/6281254571543 (Apry Zakaria Ramadhan)
📲 Info KUTUB : Bit.ly/media_kutub
———–**———–
═❁💰SEDEKAH KUTUB💰❁ ═
💰 Bank Muamalat Nomor rekening: 3180005019
💳 Ac : Komunitas Tahajjud Berantai atau Ke Member Account KUTUB masing-masing (bagi yang sudah mendapatkan identitas member Kutub)
📱Konfirmasi : https://wa.me/6285749376876 (Bendahara KUTUB)

❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁
✊🏻 Mengokohkan Langkah, Menggelorakan Istiqamah (OMGT)

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>