Kisah Imam Syafi’i Menemukan Dalil Ijma’ (Part 2)

📕📗📘📙📔
ARTIKEL MALAM

Hari/Tgl : Senin, 20 September 2021
14 Safar 1443 H
No. : 2194/AM/KOM/IX/2021
Materi : Tasqif
Pemateri : Wahyu Rinaldi

Tujuan : KUTUBer & Umum

💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦

📚 Kisah Imam Syafi’i Menemukan Dalil Ijma’ (Part 2)

“Saya beri waktu tiga hari tiga malam. Jika engkau menemukan ayat dari Al-Qur’an itu, kau benar. Jika tidak, maka bertaubatlah!” tegas kakek.

Wajah Imam Syafi’i tampak pucat pasi. Lalu ia pergi dan tidak terlihat selama tiga hari tiga malam itu, untuk berusaha dan mencari petunjuk kepada Allah SWT.

Tiga hari telah berlalu. Artinya, waktu Imam Syafi’i telah habis. Imam Syafi’i pun kembali ke tempat bertemu sang kakek tiga hari yang lalu, di waktu antara zuhur dan ashar. Dalam waktu tiga hari itu, tentu Imam Syafi’i berusaha keras dan berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah SWT. Terbukti, wajah, kedua tangan, dan kedua kaki Imam Syafi’i, terlihat membengkak. Badannya pun terlihat kurang sehat.

Imam Syafi’i pun duduk di tempat biasa dengan gerakan yang lamban. Sang kakek datang, mengucap salam, lalu duduk seperti pada pertemuan pertama.

“Silakan, berikan jawabanmu,” sang kakek memulai.

“Baik,” jawab Imam Syafi’i. Kemudian dilanjut dengan membaca ayat Al-Qur’an berikut,

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ: وَمَن يُشَاقِقِ ٱلرَّسُولَ مِنۢ بَعۡدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ ٱلۡهُدَىٰ وَيَتَّبِعۡ غَيۡرَ سَبِيلِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ نُوَلِّهِۦ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصۡلِهِۦ جَهَنَّمَۖ وَسَآءَتۡ مَصِيرًا

Artinya, “Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An-Nisa : 115)

“Jawabanmu tepat,” timpal sang kakek.

Kakek itu pun berdiri dan pergi. Belakangan, menurut Tajuddin As-Subki, kakek itu adalah Nabi Khidir.

Kisah Imam Syafi’i di atas mengandung pesan moral yang sangat penting. Kita tahu, Imam Syafi’i adalah ulama besar yang tidak diragukan lagi keilmuannya. Kebesaran Imam Syafi’i diakui oleh banyak ulama. Imam Ahmad bin Hambal (w. 241 H) pernah berkata, “Imam Syafi’i itu laksana mentari bagi dunia dan kesembuhan bagi tubuh. Setelahnya, tidak ada orang yang menandingi kebesarannya.”

Syekh Yunus bin Abdul A’la (w. 264 H) juga pernah berkata, “Andaikan dikumpulkan seluruh ulama, maka tidak akan mampu menandingi kecerdasan Imam Syafi’i.”

Namun, kebesaran dan keluasan ilmu Imam Syafi’i tidak membuatnya sombong. Bahkan sangat tawadhu. Dalam kisah di atas, saat Imam Syafi’i belum tahu jawaban akan sebuah pertanyaan yang diajukan sang kakek misterius, ia tidak gengsi untuk tidak menjawab. Karena memang belum tahu jawabannya. Lebih dari itu, kisah di atas juga menunjukkan betapa tanggung jawab akademik seorang Syafi’i begitu besar. Dilihat dari kondisi fisiknya yang tidak baik-baik saja setelah tiga hari tiga malam mencari jawaban, membuktikan bahwa Syafi’i sangat bersungguh-sungguh, baik zahir maupun batin, dalam berusaha mendapatkan jawaban yang tepat.

Pada hari ini, saat banyak orang mengaku sebagai ulama dengan kapasitas keilmuan dan moral jauh dari cukup, kisah Imam Syafi’i menjadi bahan introspeksi. Imam Syafi’i saja tidak terburu-buru menjawab apa yang belum diketahuinya. Masak ada orang dengan kapasitas ilmu di bawah standar, dengan lantang mengaku ulama dan dengan jumawa mengaku paling benar.

Wallahu A’lam Bisshowab

Sumber : https://islam.nu.or.id/post/read/129345/kisah-imam-syafi-i-menemukan-dalil-ijma-

🍃🍃🌼🍃🍃🌼🍃🍃🌼🍃🍃🌼

=============================
👳🏻Konsultasi: https://wa.me/6281254571543 (Apry Zakaria Ramadhan)
📲 Info KUTUB : Bit.ly/media_kutub
———–**———–
═❁💰SEDEKAH KUTUB💰❁ ═
💰 Bank Muamalat Nomor rekening: 3180005019
💳 Ac : Komunitas Tahajjud Berantai atau Ke Member Account KUTUB masing-masing (bagi yang sudah mendapatkan identitas member Kutub)
📱Konfirmasi : https://wa.me/6285749376876 (Bendahara KUTUB)

❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁
✊🏻 Mengokohkan Langkah, Menggelorakan Istiqamah (OMGT)

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>