Matan Hadist

📓📕📗📘📙📔
ARTIKEL MALAM

Hari/Tgl. : Sabtu, 25 Juli 2020
5 Dzulhijjah 1441 H
No. : 1841/AM/KOM/VII/2020
Materi : Hadist
Pemateri. : Ustadz Farid Nu’man Hasan

Tujuan : KUTUBer & Umum

📚 Matan Hadist

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضًا قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ, لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ, حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم, فأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ, وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ, وَ قَالَ : يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِسْلاَمِ, فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم : اَلإِسْلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَإِ لَهَ إِلاَّ اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ, وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ, وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ, وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ, وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً. قَالَ : صَدَقْتُ. فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْئَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِيْمَانِ, قَالَ : أَنْ بِاللهِ, وَمَلاَئِكَتِهِ, وَكُتُبِهِ, وَرُسُلِهِ, وَالْيَوْمِ الآخِرِ, وَ تُؤْمِنَ بِالْقَدْرِ خَيْرِهِ وَ شَرِّهِ. قَالَ : صَدَقْتَ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِحْسَانِ, قَالَ : أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ السَّاعَةِ قَالَ : مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنْ أَمَارَاتِهَا, قَالَ : أَنْ تَلِدَ الأَمَةُ رَبَّتَهَا, وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِيْ الْبُنْيَانِ, ثم اَنْطَلَقَ, فَلَبِثْتُ مَلِيًّا, ثُمَّ قَالَ : يَا عُمَرُ, أَتَدْرِيْ مَنِ السَّائِل؟ قُلْتُ : اللهُ وَ رَسُوْلُهُ أَعْلَمُ. قَالَ : فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Umar bin Khaththab Radhiyallahu anhu berkata : Suatu ketika, kami (para sahabat) duduk di dekat Rasululah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tiba-tiba muncul kepada kami seorang lelaki mengenakan pakaian yang sangat putih dan rambutnya amat hitam. Tak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan, dan tak ada seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Ia segera duduk di hadapan Nabi, lalu lututnya disandarkan kepada lutut Nabi dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua paha Nabi, kemudian ia berkata : “Hai, Muhammad! Beritahukan kepadaku tentang Islam.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,”Islam adalah, engkau bersaksi tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah; menegakkan shalat; menunaikan zakat; berpuasa di bulan Ramadhan, dan engkau menunaikan haji ke Baitullah, jika engkau telah mampu melakukannya,” lelaki itu berkata,”Engkau benar,” maka kami heran, ia yang bertanya ia pula yang membenarkannya. Kemudian ia bertanya lagi: “Beritahukan kepadaku tentang Iman”. Nabi menjawab,”Iman adalah, engkau beriman kepada Allah; malaikatNya; kitab-kitabNya; para RasulNya; hari Akhir, dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk,” ia berkata, “Engkau benar.” Dia bertanya lagi: “Beritahukan kepadaku tentang ihsan”. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,”Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya. Kalaupun engkau tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu.” Lelaki itu berkata lagi : “Beritahukan kepadaku kapan terjadi Kiamat?” Nabi menjawab,”Yang ditanya tidaklah lebih tahu daripada yang bertanya.” Dia pun bertanya lagi : “Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya!” Nabi menjawab,”Jika seorang budak wanita telah melahirkan tuannya; jika engkau melihat orang yang bertelanjang kaki, tanpa memakai baju (miskin papa) serta pengembala kambing telah saling berlomba dalam mendirikan bangunan megah yang menjulang tinggi.” Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Aku pun terdiam, sehingga Nabi bertanya kepadaku : “Wahai, Umar! Tahukah engkau, siapa yang bertanya tadi?” Aku menjawab,”Allah dan RasulNya lebih mengetahui,” Beliau bersabda,”Dia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian.” [HR Muslim, no.8].

Puasa disini adalah menahan diri (al-imsak) dari hal-hal yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga tenggelam matahari pada bulan Ramadhan, yaitu bulan antara Sya’ban dan Syawwal; sebanyak 29 hari atau digenapkan hingga 30 hari.

Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw. Bersabda,

صُوْمُوْالِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوْالِرُؤْيَتِهِ فَإْنِ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوْاثَلَاثِيْنَ.

“Puasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berhari rayalah karena melihatnya. Jika terhalang awan, hitunglah sampai 30 hari.”

Meninggalkan puasa karena mengingkarinya maka tergolong kafir. Syekh Sayyid Sabiq rahimahullah berkata tentang orang yang mengingkari kewajibannya (puasa),”Umat telah ijma’ (konsensus) atas wajibnya puasa Ramadhan. Ia merupakan salah satu rukun Islam yang telah diketahui secara pasti dari agama. (Orang) yg mengingkarinya adalah kafir dan murtad dari Islam.

Adapun meninggalkannya karena lalai dan malas, tetapi masih mengakui kewajibannya maka sebagian ulama ada yang menyatakan kafir dan boleh dibunuh. Hal ini berdasarkan riwayat dari Ibnu Abbas r.a., Rasulullah saw bersabda,

عُرَی الْاِسْلَامِ وَقَوَاعِدُ الدِّيْنِ ثَلَاثَةٌ عَلَيْهِنَّ أُسُسُ الْاِسْلَامِ مَنْ تَرَكَ وَاحِدَةً مِنْهُنَّ فَهُوَ بِهَا كَافِرٌ حَلَالُ الدَّمِّ شَهَادَةَ اَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَالصَّلَاةَ الْمَكْتُوْبَةَ وَصَوْمَ رَمَضَانَ

“Tali Islam dan kaidah-kaidah agama ada tiga. Di atasnyalah, agama Islam difondasikan, serta barangsiapa yang meninggalkannya satu saja maka dia kafir dan darahnya halal (untuk dibunuh), (yaitu) syahadat laa ilaaha illallaah, shalat wajib, dan puasa Ramadhan.”

Imam adz-Dzahabi rahimahullah berkata,” Bagi kaum Mukminin telah menjadi ketetapan bahwa meninggalkan puasa Ramadhan, padahal tidak sakit adalah lebih buruk daripada pezina dan pemabuk. Bahkan, mereka meragukan keislamannya dan mencurigainya sebagai zindiq dna tanggal agamanya.

Disisi lain, sebagian besar ulama mengatakan bahwa dia masih Muslim, tetapi dia adalah pelaku dosa besar dan termasuk perbuatan yang keji. Adapun hadits tersebut, Syekh Muhammad Nashiruddin al-Albani telah mendhaifkannya karena kelemahan beberapa perawinya, yaitu Amru bin Malik an-Nukri,dan tidak ada yang menilainya tsiqah, kecuali Ibnu Hibban, itu pun masih ditambah dengan perkataan,”Dia suka melakukan kesalahan dan keanehan.”

🍃🍃🌼🍃🍃🌼🍃🍃🌼🍃🍃🌼

=============================
👳🏻Konsultasi: https://wa.me/6281254571543 (Apry Zakaria Ramadhan)
📲 Info KUTUB : Bit.ly/media_kutub
———–**———–
═❁💰SEDEKAH KUTUB💰❁ ═
💰 Bank Muamalat Nomor rekening: 3180005019
💳 Ac : Komunitas Tahajjud Berantai atau Ke Member Account KUTUB masing-masing (bagi yang sudah mendapatkan identitas member Kutub)
📱Konfirmasi : https://wa.me/6285749376876 (Bendahara KUTUB)

❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁
✊🏻 Mengokohkan Langkah, Menggelorakan Istiqamah (OMGT)

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>