Memahami Cara Ulama Menghafalkan Ratusan Ribu Haqdits (Bagian 1)

πŸ“•πŸ“—πŸ“˜πŸ“™πŸ“”
ARTIKEL MALAM

Hari/Tgl. : Senin, 07 September 2020
20 Muharam 1442 H
No. : 1878/AM/KOM/IX/2020
Materi : Tasqif
Pemateri. : Wahyu Rinaldi

Tujuan : KUTUBer & Umum

πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦

πŸ“š Memahami Cara Ulama Menghafalkan Ratusan Ribu Haqdits (Bagian 1)

Sahabat KUTUBer yang semoga dirahmati Allah. Para pengkaji hadits dan ilmu keislaman lain mungkin sering dengar kisah bahwa ada kalangan imam atau ulama yang mampu hafal ribuan hadits, sanad dan matannya. Beberapa muhadditsin bahkan tercatat hafal lebih dari 100.000 hadits. Imam al-Bukhari, dikisahkan telah menghafal tidak kurang dari 600.000 hadits di usia yang relatif muda. Belum lagi ulama era klasik lainnya.

Agak musykil mendengar bahwa ada orang yang mampu hafal ratusan ribu hadits, sanad dan matannya. Bagi nalar kebanyakan orang sekarang,,atau mungkin penulis secara pribadi, hal semacam itu adalah kecerdasan yang luar biasa. Bagaimana mungkin ada satu orang yang dapat menghafal sekian banyak hadits?

Tentu jawaban yang akan sering kita dapat adalah : berkat ketekunan, kecerdasan, juga akibat kebersihan hati, tirakat serta perilaku para ulama tersebut, sehingga dapat mencerap semua hafalan hadits. Dus, semua orang juga mengakui bahwa kualitas orang sekarang akan sangat susah menyamai ulama di masa lampau.

Tapi jawaban itu tidak cukup. Kritik yang cukup tajam dari adalah bagaimana mungkin seseorang memiliki ingatan yang demikian presisi, tanpa cela? Apakah itu hanya klaim saja? Itulah wujud skeptis atas otoritas dan keaslian sumber-sumber hadits. Mudah sekali diasumsikan bahwa dari sekian ratus ribu hafalan itu, ada yang dikarang belaka, dan ada yang sudah terdistorsi jauh sekali dari keterangan riwayat yang sebenarnya.

Patutlah kita mencari alasan yang lebih rasional soal kemampuan para ulama ini menghafal ribuan hadits. Soal kualitas kepribadian dan akhlak, tentu hal ini merupakan kelebihan di masa itu yang sukar terbantahkan. Sekurang-kurangnya, ada dua faktor yang menunjang kemampuan hafalan itu: eksisnya tradisi lisan dalam periwayatan, serta proses pencatatan dan penyampaian hadits dalam suatu sanad. Keterangan berikut disarikan dari catatan Syekh Mustafa Al Azami, ulama hadits dari Hyderabad, India, salah satu guru KH Ali Mustafa Yaqub, dalam bukunya Studies In Hadith Methodology and Literature.

Banyak ulama membuat klasifikasi gelar para ahli hadits berdasarkan jumlah hafalan dan keilmuan haditsnya. Ada yang disebut musnid, muhaddits, al-hafizh, al-hakim, hingga amirul mu’minin fil hadits. Klasifikasi ahli hadits berdasarkan kepakaran dan jumlah hafalan itu seperti misalnya dicantumkan oleh Imam as-Suyuthi dalam Tadribur Rawi.

Diketahui bahwa relasi dalam sanad hadits adalah relasi guru dan murid. Jika Anda menengok kitab-kitab biografi perawi atau sering disebut kitab rijalul hadits, mudah sekali ditemui terutama pada tokoh-tokoh kesohor daftar murid dan guru seorang perawi. Terlebih, bagi sosok-sosok yang dinilai sebagai amirul mu’minin fil hadits atau madarul sanad (perawi yang banyak sekali sanad berasal darinya).

Dalam bidang hadits dikenal ulama yang sering dirujuk, seperti Ibnu Syihab az-Zuhri atau Sufyan ats-Tsauri. Tak terbilang berapa banyak orang yang menjadi muridnya, baik sekadar hadir menyimak lantas meriwayatkan darinya, atau membuat catatan yang nantinya menjadi perangkat periwayatan.

Pada era pasca penulisan kitab shahih atau sunan, tradisi lisan lebih umum di kalangan perawi. Meski tradisi kitab hadits belum umum, namun banyak murid ulama ini menulis catatan hadits pribadi dalam bentuk shahifah atau risalah-risalah kecil tentang kumpulan hadits yang dinisbatkan ke sosok salah seorang perawi. Kitab ini mungkin banyak yang tak sampai ke masa kita, akibat minimnya kebutuhan dan di masa kemudian, kontennya terserap dalam kutipan kitab-kitab hadits setelahnya pasca era kanonisasi.

Wallahu A’lam Bisshowab

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/7953/memahami-cara-ulama-menghafalkan-ratusan-ribu-hadits

==========================
πŸ‘³πŸ»β€β™‚Konsultasi: https://wa.me/6281254571543 (Apry Zakaria Ramadhan)

πŸ“² Info KUTUB : Bit.ly/media_kutub
———–**———–
β•βπŸ’°SEDEKAH KUTUBπŸ’°β ═

πŸ’° Bank Muamalat Nomor rekening: 3180005019

πŸ’³ Ac : Komunitas Tahajjud Berantai atau Ke Member Account KUTUB masing-masing (bagi yang sudahu mendapatkan identitas member Kutub)

πŸ“±Konfirmasi : https://wa.me/6285749376876 (Bendahara KUTUB)

❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁

✊🏻 Mengokohkan Langkah, Menggelorakan Istiqamah (OMGT)

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>