PROSES PENCIPTAAN MANUSIA DAN PENETAPAN TAKDIR

📓📕📗📘📙📔
ARTIKEL MALAM

Hari/Tgl. : Sabtu, 23 Oktober 2021
17 Rabi’ul Awal 1443 H
No. : 2221/AM/KOM/X/2021
Materi : Hadist
Pemateri : Ustadz Farid Nu’man Hasan

Tujuan : KUTUBer & Umum

Hadits no. 4
PROSES PENCIPTAAN MANUSIA DAN PENETAPAN TAKDIR

MATAN HADITS

عَنْ عَبْدِ اللَّه بنِ مَسْعُوْدْ رَضِیَ اللَّه عَنْهُ قَالَ حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللَّه صَلَّی اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّم وَهُوَالصَّادِقُ المَصْدُوْقُ إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجّمَعُ خَلْقُهُ فِیْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا نُطْفَةً ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثَْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَكُوْنَ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ المَلَكُ فَيَنفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِیٌّ أَوْ سَعِيْدٌ فَوَ اللَّه الَّذِی لاَإِلَهَ غَيْرُهُ إِنّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الجَنَّةِ حَتَّی مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إلاذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِفَيَدْ جُلُهَا وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِحتَّی مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الجَنَّةِ فَيَدْ جُلُهَا

“Dari Abdullah bin Mas’ud r.a., dia berkata, “Telah berkata kepada kami Rasulullah ﷺ beliau adalah orang yang jujur dan dipercaya, ‘Sesungguhnya, tiap kalian dikumpulkan ciptaannya dalam rahim ibunya selama 40 hari, berupa nuthfah (air mani yang kental). Kemudian, menjadi ‘alaqah (segumpal darah) selama itu juga. Kemudian, menjadi mudghah (segumpal daging) selama itu. Kemudian, diutus kepadanya malaikat untuk meniupkannya ruh dan dia diperintahkan mencatat empat kata yang telah ditentukan, (yaitu) rezekinya, ajalnya, amalnya dan kesulitan atau kebahagiannya. Demi zat yang tiada Ilah, kecuali Dia, sesungguhnya setiap kalian ada yang melaksanakan perbuatan ahli surga sehingga jarak antara dirinya dan surga hanyalah sehasta, tetapi dia telah didahului oleh kitab (ketetapan atau takdir) lalu dia mengerjakan perbuatan ahli neraka maka dia masuk ke dalamnya. Di antara kalian, ada yang mengerjakan perbuatan ahli neraka (penduduk neraka) sehingga jarak antara dirinya dan neraka hanya sehasta, tetapi dia telah didahului oleh takdirnya lalu dia mengerjakan perbuatan ahli surga maka dia memasukinya.””

MAKNA HADITS

  1. Hadits ini juga menunjukkan bahwa penghujung hidup seseorang sangat menentukan kehidupan akhiratnya.

Oleh karena itu, sangat baik bagi seorang muslim berdoa kepada Allah SWT untuk wafat dalam keadaan husnul khotimah (akhir yang baik) agar Dia menghapus keburukan yang akan menimpa kita dan menetapkan kebaikan bagi kita sehingga masa depan akhirat kita juga baik.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يَمْحُوا اللَّهُ مَا يَشَآءُ وَيُثْبِتُ  ۖ وَعِنْدَهُۥٓ أُمُّ الْكِتٰبِ

“Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki. Dan di sisi-Nya terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuz).”
(QS. Ar-Ra’d : 39)

Manshur berkata,”Aku bertanya kepada Mujahid,’Apa pendapatmu tentang doa dari salah seorang kami yang berkata,’Ya Allah, jika namaku ada pada deretan orang-orang bahagia, tetapkanlah bersama mereka. Namun, jika berada pada deretan orang-orang sulit, hapuslah dan jadikanlah bersama orang-orang bahagia.’ Mujahid menjawab, ‘Bagus.”

Kaum salaf, seperti Syaqiq dan Abu Wa’il juga berdoa, “Ya Allah, jika Engkau menetapkan kami bersama orang-orang yang sengsara, hapuskanlah kami dan tulislah kami bersama orang-orang yang bahagia. Jika Engkau tetapkan kami bersama orang-orang yang bahagia, tetapkanlah. Sesungguhnya, Engkau menghapus apa-apa yang Engkau kehendaki dna menetapkannya. Pada sisi-Mi, terdapat ummul kitaab.”

Diriwayatkan dari Abu Utsman al-Hindi, Umar bin Khattab r.a berdoa dan dia sedang thawaf di Baitullah sambil menangis, “ya Allah, jika Engkau menetapkan atasku kesulitan atau dosa, hapuslah. Sesungguhnya, Engkau menghapuskan apa-apa yang Engkau kehendaki dan menetapkan. Pada sisi-Mu, ada ummul kitaab maka jadikanlah ia menjadi bahagia dan ampunan.”

Ibnu Mas’ud r.a berdoa,”ya Allah, jika Engkau tetapkan aku pada kelompok orang yang malang, hapuskanlah aku dan tetapkanlah aku pada golongan orang yang bahagia.”

Apa yang dilakukan para ulama salaf bukanlah tanpa dalil karena Rasulullah saw, sendiri menegaskan,

لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ وَلَايَزِيدُ فِی الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ

“Tidaklah ketetapan Allah dapat ditolak kecuali dengan doa, dan tidaklah menambahkan usia, kecuali kebaikan.”

Rasulullah saw. pun mengajarkan doa sebagai berikut. Dari Anas bin Malik r.a Rasulullah saw bersabda,

“Janganlah kalian mengharapkan kematian karena buruknya musibah yang menimpa walaupun ingin melakukannya. Berdoalah,’Allahumma ahyinii maa kaanat al-hayaatu khairallii wa tawaffani idza kaanat al-wafaatu khairanllii (ya Allah, hidupkanlah aku selama kehidupan itu adalah baik bagiku, dan wafatkanlah aku jika memang wafat itu baik bagiku.'”

Ahlul Sunnah wal jamaah meyakini bahwa doa dapat mengubah ketetapan Allah SWT pada hamba-Nya.

✍🏻 Diambil dari Judul Buku : Syarah Hadits Arba’in An-Nawawi

=============================
👳🏻Konsultasi: https://wa.me/6281254571543 (Apry Zakaria Ramadhan)
📲 Info KUTUB : Bit.ly/media_kutub
———–**———–
═❁💰SEDEKAH KUTUB💰❁ ═
💰 Bank Muamalat Nomor rekening: 3180005019
💳 Ac : Komunitas Tahajjud Berantai atau Ke Member Account KUTUB masing-masing (bagi yang sudah mendapatkan identitas member Kutub)
📱Konfirmasi : https://wa.me/6285749376876 (Bendahara KUTUB)

❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁
✊🏻 Mengokohkan Langkah, Menggelorakan Istiqamah (OMGT)

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>