PROSES PENCIPTAAN MANUSIA DAN PENETAPAN TAKDIR

📓📕📗📘📙📔
ARTIKEL MALAM

Hari/Tgl. : Sabtu, 30 Oktober 2021
24 Rabi’ul Awal 1443 H
No. : 2225/AM/KOM/X/2021
Materi : Hadist
Pemateri : Ustadz Farid Nu’man Hasan

Tujuan : KUTUBer & Umum

Hadits no. 4
PROSES PENCIPTAAN MANUSIA DAN PENETAPAN TAKDIR

MATAN HADITS

عَنْ عَبْدِ اللَّه بنِ مَسْعُوْدْ رَضِیَ اللَّه عَنْهُ قَالَ حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللَّه صَلَّی اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّم وَهُوَالصَّادِقُ المَصْدُوْقُ إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجّمَعُ خَلْقُهُ فِیْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا نُطْفَةً ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثَْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يَكُوْنَ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ المَلَكُ فَيَنفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِیٌّ أَوْ سَعِيْدٌ فَوَ اللَّه الَّذِی لاَإِلَهَ غَيْرُهُ إِنّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الجَنَّةِ حَتَّی مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إلاذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِفَيَدْ جُلُهَا وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِحتَّی مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الجَنَّةِ فَيَدْ جُلُهَا

“Dari Abdullah bin Mas’ud r.a., dia berkata, “Telah berkata kepada kami Rasulullah ﷺ beliau adalah orang yang jujur dan dipercaya, ‘Sesungguhnya, tiap kalian dikumpulkan ciptaannya dalam rahim ibunya selama 40 hari, berupa nuthfah (air mani yang kental). Kemudian, menjadi ‘alaqah (segumpal darah) selama itu juga. Kemudian, menjadi mudghah (segumpal daging) selama itu. Kemudian, diutus kepadanya malaikat untuk meniupkannya ruh dan dia diperintahkan mencatat empat kata yang telah ditentukan, (yaitu) rezekinya, ajalnya, amalnya dan kesulitan atau kebahagiannya. Demi zat yang tiada Ilah, kecuali Dia, sesungguhnya setiap kalian ada yang melaksanakan perbuatan ahli surga sehingga jarak antara dirinya dan surga hanyalah sehasta, tetapi dia telah didahului oleh kitab (ketetapan atau takdir) lalu dia mengerjakan perbuatan ahli neraka maka dia masuk ke dalamnya. Di antara kalian, ada yang mengerjakan perbuatan ahli neraka (penduduk neraka) sehingga jarak antara dirinya dan neraka hanya sehasta, tetapi dia telah didahului oleh takdirnya lalu dia mengerjakan perbuatan ahli surga maka dia memasukinya.””

MAKNA HADITS

B. Makna hadits secara spesifik (kalimat)

عَنْ عَبْدِ اللَّه بنِ مَسْعُوْدْ رَضِیَ اللَّه عَنْهُ قَالَ…

“Dari Abdullah bin Mas’ud r.a., dia berkata…”

Siapakah dia? Dia adalah Abdullah bin Mas’ud bin Ghafil bin Hubaib bin Syamakh bin Far bin Makhzum bin Sa’ad bin Hudzail bin mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nazar r.a. Dia seorang imam yang ilmunya luas (al-imam al-hibr), ahli fiqihnya umat ini (faqihul ummah), Abu Abdirrahman al-Hudzali al-Makki al-Muhajiri al-Badri, sekutu bani Zahrah. Dia termasuk as-sabiqunal awalin (yang pertama tama masuk Islam) dan ulama yang paling mulia. Dia mengikuti perang Badar, melakukan hijrah dua kali, termasuk yang mendapatkan an-nafi dalam perang yarmuk, berbudi sangat baik dan banyak meriwayatkan ilmu.

Banyak yang meriwayatkan hadits darinya, seperti Abu Musa r.a, Abu Hurairah ra., Ibnu Abbas ra., Ibnu Umar ra., Imran bin Hushain ra., Anas ra., Jabir ra., Abu umamah ra., Sekelompok sahabat, al-Qamah, al-Aswad, Masruq, Ubaidah, Abu Wailah, Qais bin Abi Hazim, Zar bin Hubais, ar-Rabi bin Khatsaim, Thariq bin Syihab, Zaid bin Wahab dan kedua anaknya (Abu Ubaidah dan Abdurahman), Abu al-Ahwash Auf bin Malik,dan Abu Amru asy syaibani. Sementara itu, yang meriwayatkan darinya tentang bacaan al-Quran adalah Abdurrahman as-Sulami, Ubaidah bin Nadhilah dan sekelompok ulama.

Qais bin Hazim menceritakan bahwa Abdullah Mas’ud ra., adalah seseorang yang tipis dagingnya (kurus). Dari Ubaidillah bin Abdullah nin Utbah, Abdullah bin Mas’ud ra., adalah seorang yang kurus dan pendek, kulitnya sawo matang gelap, dan dia tidak mengubah ubannya (tidak mewarnainya).

Abdullah bin Mas’ud ra., meninggal di Madinah dan dikubur di Baqi pada tahun 32 H. Adapun tentang keluasannya dalam ilmu tafsir, ini dapat tergambar dari riwayat berikut. Diriwayatkan dari Masruq, Abdullah bin Mas’ud berkata ,”Demi Allah, tidaklah satu ayat diturunkan, melainkan akulah yang paling tahu tentang siapa ayat itu? ayat itu diturunkan? Seandainya aku tahu ada orang lain yang lebih tahu daripada aku,aku akan mendatanginya.”

✍🏻 Diambil dari Judul Buku : Syarah Hadits Arba’in An-Nawawi

=============================
👳🏻Konsultasi: https://wa.me/6281254571543 (Apry Zakaria Ramadhan)
📲 Info KUTUB : Bit.ly/media_kutub
———–**———–
═❁💰SEDEKAH KUTUB💰❁ ═
💰 Bank Muamalat Nomor rekening: 3180005019
💳 Ac : Komunitas Tahajjud Berantai atau Ke Member Account KUTUB masing-masing (bagi yang sudah mendapatkan identitas member Kutub)
📱Konfirmasi : https://wa.me/6285749376876 (Bendahara KUTUB)

❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁
✊🏻 Mengokohkan Langkah, Menggelorakan Istiqamah (OMGT)

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>