Segala Puji Bagi Allah Yang Tidak Melemahkan Firasatku

๐ŸŽAHAD STORY

Hari/Tgl. : Ahad, 26 Juli 2020
5 Dzulhijjah 1441 H
No. : 388/AS/KOM/VII/2020
Tujuan : Semua KUTUBer
โ—†=ยค==โ—†==ยคโ—‡โ—†โ—‡ยค==โ—†==ยค=โ—†
๐Ÿ’ฆโ„๐Ÿ’ฆโ„๐Ÿ’ฆโ„๐Ÿ’ฆโ„๐Ÿ’ฆโ„๐Ÿ’ฆ

โ˜˜ Segala Puji Bagi Allah Yang Tidak Melemahkan Firasatku

Dari Khalid bin Ma’dan, ia berkata, “Umar bin al-Khathab mengangkat Sa’id bin ‘Amir bin Hudzaim sebagai kepala negeri Himsh. Ketika Umar tiba di negeri Himsh, ia berkata, “Wahai penduduk Himsh, bagaimanakah kepala negeri kalian?”

Mereka mengadukan Sa’id bin ‘Amir kepada Umar. Peduduk Himsh disebut sebagai Al-Kuwaifah Ash-Shughra, karena mereka mengadukan para kepala negeri mereka sendiri.
Mereka berkata, “Kami mengadukan empat perkara : ia tidak keluar menemui kami melainkan setelah siang hari.”
Umar berkata,”Baik, apa lagi?”

Kemudian mereka berkata, “Ia tidak mau menerima seorang pun pada malam hari.”
Umar kembali berkata, “Baik, apa lagi?”
Mereka berkata lagi, “Ada satu hari dalam satu bulan, ia tidak keluar menemui kami.”
Lalu Umar bertanya lagi,” Baik, apa lagi?”
Mereka berkata, “Hampir setiap hari ia bersusah hati.”

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน

Umar bin al-Khathab kemudian mempertemukan langsung Sa’id bin ‘Amir dengan penduduk negeri himsh. Umar meminta penduduk Himsh mengulangi pengaduannya, seraya berkata, “Ya Allah, janganlah Engkau melemahkan pendapatku terhadapnya hari ini. Apa yang kalian adukan tentangnya?”

Peduduk Himsh : “Ia tidak keluar hingga siang hari.”
Sa’id bin ‘Amir : “Demi Allah, aku tidak suka menyebutkannya. Sesungguhnya aku tidak mempunyai pembantu. Maka aku membuat sendiri adonan kue untuk keluargaku. Kemudian aku menunggu hingga matang. Kemudian aku menyiapkan makanan untukku, lalu aku berwudhu’ dan keluar menemui mereka.”

Lalu Umar bertanya kepada penduduk Himsh untuk kedua kalinya, “Apalagi yang kalian adukan tentangnya?”
Penduduk Himsh : “Ia tidak pernah mau menerima orang pada malam hari.”
Sa’id bin ‘Amir : “Sebenarnya aku juga tidak suka menyebutkannya. Sesungguhnya aku menjadikan siang itu untuk mereka dan malamku untuk Allah.”

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน

Kemudian Umar bertanya untuk yang ketiga kalinya, “Apalagi yang kalian adukan tentangnya?”
Penduduk Himsh : “Ada satu hari dalam satu bulan, ia tidak keluar menemui kami.”
Sa’id bin ‘Amir : “Aku tidak mempunyai pembantu untuk mencuci pakaianku, aku juga tidak mempunyai banyak kain sebagai penggantinya. Maka aku duduk hingga pakaianku kering, kemudian aku menggosoknya, baru kemudian aku keluar menemui mereka pada petang hari.”

Kemudian Umar bertanya untuk yang keempat kalinya, “apalagi yang kalian adukan tentangnya?”
Penduduk Himsh : “Setiap hari ia bermuram durja.”
Sa’id bin ‘Amir : “Aku menyaksikan kematian Khubaib Al-Anshari di Mekah.”

Orang-orang Quraisy kota Mekah memotong-motong daging tubuhnya, kemudian mereka membawanya ke atas batang kurma. Orang-orang Quraisy itu berkata kepada Sa’id bin Amir , Maukah engkau jika Muhammad yang berada di posisimu? “Demi Allah, aku berada bersama istri dan anak-anakku, sedangkan Muhammad diserang. Setiap kali aku teringat akan peristiwa itu, aku tidak menolongnya pada kondisi seperti itu, aku merasa dalam keadaan musyrik, aku tidak beriman kepada Allah. Aku merasa Allah tidak mengampuni dosaku itu untuk selamanya. Itulah yang menyebabkan aku bermuram durja.”

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน

Setelah mendengar semua penjelasan Sa’id bin ‘Amir, Umar berkata, “Segala puji bagi Allah yang tidak melemahkan firasatku.”
Kemudian Umar memberikan seribu Dinar kepada Sa’id bin ‘Amir, dan berkata, “Gunakanlah untuk kebutuhanmu.”
Istri Sa’id bin ‘Amir lalu berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah mencukupkan kami terhadap bantuanmu.”

Umar bertanya, “Apakah engkau merasa baik-baik saja dengan itu? Kami akan menyerahkannya kepada orang yang lebih membutuhkannya daripada dirimu.”
Dan istri Sa’id menjawab, “Ya.”
Maka kemudian Sa’id memanggil seorang laki-laki yang ia percayai, ia menyerahkan uang itu kepadanya lalu berkata, ” bawalah uang ini kepada janda keluarga fulan, kepada orang miskin keluarga fulan dan orang yang terkena musibah dari keluarga fulan.”

Ditangannya masih tersisa kepingan emas, kemudian Sa’id berkata kepada istrinya, “Gunakanlah ini.” Kemudian ia kembali bekerja.
Istrinya berkata, “tidakkah engkau belikan hamba sahaya pembantu untuk kami? Untuk apa uang ini?”
Sa’id menjawab, “Akan datang kepadamu orang yang lebih membutuhkan uang itu daripada dirimu.”

โœ๐Ÿป Syaikh Mahmud Al-Misri

Diambil dari Judul buku : Semua Ada Saatnya
Penerjemah : Ust. Abdul Somad, Lc., MA,

โ„๐Ÿ’ฆโ„๐Ÿ’ฆโ„๐Ÿ’ฆโ„๐Ÿ’ฆโ„๐Ÿ’ฆโ„

==========โ˜†โ˜†โ˜†============
โ•โ๐Ÿ’ฐSEDEKAH KUTUB๐Ÿ’ฐโ โ•

๐Ÿ’ฐ Bank Muamalat (kode bank 147) atas Nama Komunitas Tahajjud Berantai

๐Ÿ“ฒ Cinta Hafidz – No.Rek : 3350010324
๐Ÿ“ฑCinta Yatim – No.Rek : 3350010325
๐Ÿ’ป Peningkatan Ekonomi Duafa – No.Rek : 3350010326
๐Ÿ“ฎCinta Masjid – No.Rek : 3350010327
๐Ÿ“ฆ Sosial Kemanusiaan – No.Rek : 3350010328
โ˜Ž Syiar Dakwah – No.Rek : 3180005019 atau melalui MAK bagi yg sudah mendapatkannnya

๐Ÿ“ฑKonfirmasi : https://wa.me/6285749376876 (Bendahara KUTUB)

โโโ•โโโ•โโโ•โโโ•โโโ•โโโ•โโโ•โ
โœŠ๐Ÿป Mengokohkan Langkah, Menggelorakan Istiqamah

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>