Tafsir Surah An-Naba’ (Bag. 6)

πŸ“•πŸ“—πŸ“˜πŸ“™πŸ“”
ARTIKEL MALAM

Hari/Tgl. : Selasa, 01 September 2020
13 Muharam 1442
No. : 1873/AM/KOM/IX/2020
Materi : Tafsir
Pemateri : Asy-Syahid Sayyid Qutb
Tujuan : KUTUBer & Umum
========= ❁❁❁❁ =========
πŸƒπŸƒπŸŒΌπŸƒπŸƒπŸŒΌπŸƒπŸƒπŸŒΌπŸƒπŸƒπŸŒΌ

πŸ“š Tafsir Surah An-Naba’ (Bag. 6)

√ Fenomena Alam Yang Perlu Diperhatikan

Perjalanan di hamparan alam semesta yang luas dengan lukisan-lukisan dan pemandangan-pemandangan yang besar, dikemas dengan kata-kata dan kalimat-kalimat singkat. Sehingga memberikan kesan yang tajam, berat dan mengena. Ia seakan-akan alat-alat pengetuk yang mengetuk bertalu-talu dengan tiada berhenti dan tiada putusnya.

√ Sentuhan pertama dalam perjalanan ini adalah tentang bumi dan gunung-gunung.

Ψ£ΩŽΩ„ΩŽΩ…Ω’ Ω†ΩŽΨ¬Ω’ΨΉΩŽΩ„Ω Ψ§Ω„Ω’Ψ£ΩŽΨ±Ω’ΨΆΩŽ Ω…ΩΩ‡ΩŽΨ§Ψ―Ω‹Ψ§ ● ΩˆΩŽΨ§Ω„Ω’Ψ¬ΩΨ¨ΩŽΨ§Ω„ΩŽ Ψ£ΩŽΩˆΩ’ΨͺΩŽΨ§Ψ―Ω‹Ψ§ ●

“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? dan gunung-gunung sebagai pasak? (QS. An Naba’ : 6-7).

“Al Mihaad” berarti dihamparkan untuk tempat berjalan di atasnya dan hamparan yang lunak bagaikan buaian. Kedua makna ini saling berdekatan, ini adalah hakikat yang dapat dirasakan manusia apapun tingkat kebudayaan dan pengetahuannya. Sehingga, tidak memerlukan pengetahuan yang banyak untuk memahaminya dan bentuknya yang nyata.

Keberadaan gunung-gunung sebagai pasak bumi ini merupakan sebagai fenomena yang dapat dilihat oleh mata orang pedalaman sekalipun. Baik yang ini (Bumi dan hamparaannya) maupun yang itu (gunung yang menjadi pasak bumi memiliki kesan tersendiri di dalam perasaan apabila jiwa manusia diarahkan kesana untuk merenungkannya.

Akan tetapi hakikat ini lebih besar dan lebih luas jangkauannya daripada apa yang diperkirakan oleh manusia badui (pedalaman) ketika ia semata-mata menerima dengan indranya. Setiap kali meningkat dan bertambah pengetahuan manusia tentang tabiat alam dan perkembangannya, maka semakin besarlah kesannya terhadap ini di dalam jiwanya. Lalu mengertilah ia bahwa dibalik itu terdapat kekuasannya Ilahi yang Agung dan rencana-Nya yang halus penuh hikmah.

Demikian juga dengan adanya kesesuaian antara anggota-anggota alam semesta dan kebutuhan-kebutuhannya beserta disiapkannya bumi ini untuk menerima kehidupan manusia dan pengasuhnya. Juga disiapkannya manusia untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan untuk saling mengerti.

Dihamparkannya bumi bagi kehidupan dan bagi kehidupan manusia secara khusus, menjadi saksi tak terbantahkan yang memberikan kesaksian akan adanya akal yang mengatur dibalik alam wujud yang nyata ini. Karena itu rusaknya salah satu kerelevanan penciptaan bumi dengan semua kondisinya atau rusaknya salah satu kerelevanan penciptaan kehidupan untuk hidup di bumi, maka kerusakan di sini ataupun di sana tidak akan menjadikan bumi sebagai hamparan. Juga tidak akan ada lagi hakikat yang diisyaratkan oleh Al-Qur’an secara global untuk dimengerti oleh setiap manusia sesuai dengan tingkat ilmu dan pengetahuannya.

Dijadikannya gunung sebagai pasak bagi bumi dapat dimengerti oleh manusia dari segi bentuknya dengan pandangannya semata-mata karena ia lebih mirip dengan pasak-pasak kemah yang diikatkan padanya. Adapun hakikat kita terima dari informasi Al-Qur’an. Darinya kita mengetahui bahwa gunung-gunung itu memantapkan bumi dan menjaga keseimbangannya.

Mungkin karena gunung-gunung itu menyeimbangkan antara kerendahan lautan dan ketinggian gunung-gunung, menyeimbangkan antara pengerutan rongga bumi dan pengerutuan atapnya dan menekan bumi pada titik tertentu hingga ia tidak lenyap dengan adanya gempa bumi, gunung meletus dan goncangan-goncangan dalam perutnya. Atau mungkin karena ada alasan lain yang belum terungkap hingga kini. Karena banyak sekali aturan dan hakikat-hakikat yang tidak diketahui manusia dan diisyaratkan oleh Al-Qur’anul-Karim, kemudian diketahui sebagiannya oleh manusia setelah beratus-ratus tahun berikutnya

Wallahu’Alam

πŸƒπŸƒπŸŒΌπŸƒπŸƒπŸŒΌπŸƒπŸƒπŸŒΌπŸƒπŸƒπŸŒΌ

=============================
πŸ‘³πŸ»β€β™‚Konsultasi: https://wa.me/6281254571543 (Apry Zakaria Ramadhan)
πŸ“² Info KUTUB : Bit.ly/media_kutub
———–**———–
β•βπŸ’°SEDEKAH KUTUBπŸ’°β ═
πŸ’° Bank Muamalat Nomor rekening: 3180005019
πŸ’³ Ac : Komunitas Tahajjud Berantai atau Ke Member Account KUTUB masing-masing (bagi yang sudahu mendapatkan identitas member Kutub)
πŸ“±Konfirmasi : https://wa.me/6285749376876 (Bendahara KUTUB)

❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁
✊🏻 Mengokohkan Langkah, Menggelorakan Istiqamah (OMGT)

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>