Tafsir Surah An-Naba’ (Bag. 9)

πŸ“•πŸ“—πŸ“˜πŸ“™πŸ“”
ARTIKEL MALAM

Hari/Tgl. : Selasa, 22 September 2020
05 Safar 1442
No. : 1892/AM/KOM/IX/2020
Materi : Tafsir
Pemateri : Asy-Syahid Sayyid Qutb
Tujuan : KUTUBer & Umum
========= ❁❁❁❁ =========
πŸƒπŸƒπŸŒΌπŸƒπŸƒπŸŒΌπŸƒπŸƒπŸŒΌπŸƒπŸƒπŸŒΌ

πŸ“š Tafsir Surah An-Naba’ (Bag. 9)

√ Sentuhan ketiga adalah tentang penciptaan langit yang sangat serasi dan sesuai dengan bumi dan makhluk hidup.

Sesungguhnya ayat ini hanya mengisyaratkan bahwa tujuh langit yang kokoh itu sangat kokoh dan kuat bangunannya, yang tidak mungkin retak dan berantakan. Inilah yang kita liat dan kita ketahui dari tabiat tata surya kita dan benda-benda angkasa yang biasa kita sebut dengan langit, yang dapat diketahui oleh setiap orang.

Disamping itu ayat ini juga mengisyaratkan bahwa bangunan tujuh langit yang kokoh itu serasi dengan planet bumi dan manusia. Karena itulah ia disebutkan di dalam membicarakan pengaturan Allah dan penentuan-Nya terhadap kehidupan bumi dan manusia, yang ditunjuki oleh ayat sesudahnya :

ΩˆΩŽΨ¬ΩŽΨΉΩŽΩ„Ω’Ω†ΩŽΨ§ Ψ³ΩΨ±ΩŽΨ§Ψ¬Ω‹Ψ§ ΩˆΩŽΩ‡Ω‘ΩŽΨ§Ψ¬Ω‹Ψ§

“….dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari).” (QS. An-Naba’ : 13).

Yaitu matahari yang bersinar terang benderang yang menimbulkan rasa panas untuk hidupnya bumi dan makhluk-makhluk hidup diatasnya. Juga menimbulkan pengaruh bagi terbentuknya awan yang membawa uap air dari lautan yang luas di bumi dan menaikkannya ke lapisan-lapisan udara yang sangat tinggi. Itulah al-mu’shirat (awan) sebagaiman disebutkan dalam ayat

ΩˆΩŽΨ£ΩŽΩ†Ω’Ψ²ΩŽΩ„Ω’Ω†ΩŽΨ§ Ω…ΩΩ†ΩŽ Ψ§Ω„Ω’Ω…ΩΨΉΩ’Ψ΅ΩΨ±ΩŽΨ§Ψͺِ Ω…ΩŽΨ§Ψ‘Ω‹ Ψ«ΩŽΨ¬Ω‘ΩŽΨ§Ψ¬Ω‹Ψ§

“….dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah.” ( QS. An-Naba’ : 14).

Ketika ia diperas lalu turun dan berjatuhan yang berupa air. Siapakah yang memerasnya? Mungkin angin atau kehampaan aliran listrik pada tingkatan udara. Dibalik semua itu terdapat tangan kekuasaan yang menimbulkan pengaruh-pengaruh pada alam semesta. Pada pelita terdapat penyalaan, panas dan cahaya yang semuanya terdapat lada matahari. Karena itu dipilihnya kata “siraf” pelita disini merupakan pilihan yang sangat cermat dan jeli.

Dari pelita yang amat terang dengan segala cahaya yang terang dan panasnya, dan dari awan dengan air yang diperas darinya hingga banyak tercurah, tumbuhlah biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan untuk dimakan kebun-kebun yang lebat, serta pohon-pohon yang rimbun dan bercabang-cabang. Keserasian dan keselarasan di alam ini, tidak mungkin terjadi kecuali dibaliknya ada tangan yang mengaturnya, ada kebijaksaan yang menentukannya, dan ada iradah yang menatanya. Hal ini dapat diketahui oleh setiap insan dengan hati dan perasaannya ketika perasaannya diarahkan kesana.

Apabila ilmu dan pengetahuannya meningkat, maka akan terkuaklah keserasian dan kerapian ini sedemikian luas dengan tingkatan-tingkatannya yang menjadikan akal dan pikiran kebingungan dan terkagum-kagum. Juga menjadikan pendapat yang mengatakannya sebagai kebetulan adalah pendapat yang tidak berbobot dan tidak perlu ditanggapi. Sebagaimana sikap orang yang tidak mau menghiraukan adanya tujuan dan pengaturan pada alam ini, hanyalah sikap keras kepala yang tidak perlu dihormati.

Alam ini ada penciptanya. Di belakang alam ini terdapat penataan, penentuan dan pengaturan. Hakekat-hakekat dan pemandangan-pemandangan ini disebutkan secara beruntun didalam nash Al-Qur’an dengan urutan seperti ini. “Yaitu, dijadikannya bumi sebagai hamparan, gunung sebagai pasak bagi bumi, manusia berpasangan, tidur mereka sebagai istirahat (sesudah bergerak, berpikir, dan melalukan aktifitas), malam sebagai pakaian untuk menutup dan menyelimuti dan siang untuk mencari penghidupan, berpikir dan beraktivitas. Kemudian dibangunnya tujuh langit yang kokoh, dijadikannya pelita yang amat terang (matahari), dan diturunkannya air yang tercurah dari awan untuk menumbuhkan biji-bijian, tumbuh-tumbuhan dan kebun-kebun.”

Keberuntungan dan hakekat-hakekat dan pemandangan-pemandangan yang seperi ini mengesankan adanya pengaturan yang cermat, mengisyaratkan adanya pengaturan dan penentuan dan mengesankan adanya Sang Maha Pencipta Yang Mahabijaksana lagi Mahakuasa. Disentuhnya hati dengan sentuhan-sentuhan yang mengesankan dan mengisyaratkan adanya maksud dan tujuan dibelakang kehidupan ini. Dari sini bertemulah konteks ini dengan berita besar yang mereka perselisihkan itu.

Wallahu’Alam

πŸƒπŸƒπŸŒΌπŸƒπŸƒπŸŒΌπŸƒπŸƒπŸŒΌπŸƒπŸƒπŸŒΌ

=============================
πŸ‘³πŸ»β€β™‚Konsultasi: https://wa.me/6281254571543 (Apry Zakaria Ramadhan)
πŸ“² Info KUTUB : Bit.ly/media_kutub
———–**———–
β•βπŸ’°SEDEKAH KUTUBπŸ’°β ═
πŸ’° Bank Muamalat Nomor rekening: 3180005019
πŸ’³ Ac : Komunitas Tahajjud Berantai atau Ke Member Account KUTUB masing-masing (bagi yang sudahu mendapatkan identitas member Kutub)
πŸ“±Konfirmasi : https://wa.me/6285749376876 (Bendahara KUTUB)

❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁
✊🏻 Mengokohkan Langkah, Menggelorakan Istiqamah (OMGT)

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>