Tafsir Surat Al Ma’idah (Bag. 43)

πŸ“•πŸ“—πŸ“˜πŸ“™πŸ“”
ARTIKEL MALAM

Hari/Tgl. : Selasa, 23 Juni 2020
03 Dzulqaidah 1441
No. : 1809/AM/KOM/VI/2020
Materi : Tafsir
Pemateri : Asy-Syahid Sayyid Qutb
Tujuan : KUTUBer & Umum
========= ❁❁❁❁ =========
πŸƒπŸƒπŸŒΌπŸƒπŸƒπŸŒΌπŸƒπŸƒπŸŒΌπŸƒπŸƒπŸŒΌ

πŸ“š Tafsir Surat Al Ma’idah (Bag. 43)

√ Larangan Menjadikan Orang yang Membuat Agama Sebagai Bahan Ejekan dan Permainan Sebagai Pemimpin

Ketika mereka melakukan pelanggran-pelanggran ini pada zaman Rasulullah ο·Ί mereka bermusyawarah untuk meminta fatwa kepada beliau penyangkalan ini. Apabila beliau memberi fatwa, kepada mereka agar menjatuhkan hukuman ta’zir, hukuman menurut pertimbangan hakim, bukan hukuman yang ditentukan dalam nash, yang ringan maka mereka akan melaksanakannya.

Sampai sejauh itu mereka mempermainkan hukum Allah dan melecehkannya serta menyimpang dalam bermuamalah kepada Allah dan Rasulullah ο·Ί. Inilah gambaran yang mencerminkan keadaan ahli Kitab. Setelah mereka melewati masa yang panjang, lantas hati mereka menjadi keras, kehangatan akidah menjadi dingin, dan cahayanya menjadi padam. Mereka mengemudi akidah, syariat, dan tugas-tugasnya untuk diputarbalikkan dan dijadikan sarana untuk membenarkan hawa nafsunya. Mereka juga mencari-cari fatwa barangkali mereka mendapatkan jalan keluar. Dan tipu muslihat untuk membenarkan pelanggarannya.

Tidaklah seperti itu keadaan orang-orang sekrang yang mengatakan bahwa mereka beragama islam atau termasuk “orang-orang yang mengatakan telah beriman dengan mulut meraka, sedang hati mereka tidak beriman?” Bukankah mereka meminta fatwa sebagai upaya tipu muslihat terhadap agama bukan dalam rangka melaksanakan agama itu sendiri.

Oleh karena itu datanglah setiap agama dari sisi Allah untuk menjadi manhaj kehidupan, baik agama itu datang untuk suatu negeri, untuk suatu umat, maupun untuk seluruh manusia dalam semua generasinya. Ia datang disertai dengan peraturan-peraturan tertentu untuk mengatur kehidupan nyata ini, disamping aspek akidah untuk membangun pandangan yang benar terhadap kehidupan dan syiar-syiar ta’abbudiyah yang menghubungkan hati dengan Allah. Ketiga hal ini merupakan pilar agama Allah, ketika agama itu datang dari sisi-Nya. Karena kehidupan manusia tidak akan menjadi baik dan lurus kecuali ketika agama Allah menjadi manhaj kehidupannya.

Wallahu’Alam

πŸƒπŸƒπŸŒΌπŸƒπŸƒπŸŒΌπŸƒπŸƒπŸŒΌπŸƒπŸƒπŸŒΌ

=============================
πŸ‘³πŸ»β€β™‚Konsultasi: https://wa.me/6281254571543 (Apry Zakaria Ramadhan)
πŸ“² Info KUTUB : Bit.ly/media_kutub
———–**———–
β•βπŸ’°SEDEKAH KUTUBπŸ’°β ═
πŸ’° Bank Muamalat Nomor rekening: 3180005019
πŸ’³ Ac : Komunitas Tahajjud Berantai atau Ke Member Account KUTUB masing-masing (bagi yang sudahu mendapatkan identitas member Kutub)
πŸ“±Konfirmasi : https://wa.me/6285749376876 (Bendahara KUTUB)

❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁
✊🏻 Mengokohkan Langkah, Menggelorakan Istiqamah (OMGT)

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>