Sejarah KUTUB

Sejarah KUTUB (Komunitas Tahajjud Berantai)

Allah swt berfirman:

وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَ ۖ عَسٰۤى اَنْ يَّبْعَـثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا.

“Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajjud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji”.(QS. Al-Isra’: 79)

A. Asal-usul KUTUB

Al-Qur’an surat Al-Isra’ ayat 79 diatas menjadi dasar semangat para asatis KUTUB untuk mengajak ribuan umat muslim untuk membentuk komunitas tahajjud bernama Komunitas Tahajjud Berantai. Ribuan orang dalam waktu bersamaan, saling membangunkan untuk melaksanakan shalat tahajjud.

Banyak diantara umat Islam yang sudah mendengar atau mengetahui keutamaan shalat tahajjud. Namun, sangat sedikit diantaranya untuk melaksanakan shalat tahajjud. Kedahsyatan shalat tahajjud belum dimanfaatkan umat muslim secara optimal untuk mendekatkan diri dengan Rabbnya.

Komunitas Tahajjud Berantai atau lebih populernya disebut KUTUB merupakan sarana umat untuk menghidupkan kembali malam-malamnya dengan shalat tahajjud, sehingga shalat tahajjud menjadi rutinitas umat muslim modern di akhir zaman.

B. Perkembangan KUTUB

Berawal dari tahun 2011, Ust. H. Uti Konsen secara rutin mengirim pesan (sms) yang bertuliskan motivasi melaksanakan shalat tahajjud pada waktu sepertiga malam kepada jama’ahnya. Cara ini kemudian ditiru oleh Erik Mardiansyah. Mulai pada pertengahan tahun 2011, Erik Mardiansyah mulai mengirim sms motivasi shalat tahajjud disetiap sepertiga malam ke nomor kontak yang ada di ponselnya.

Pada tahun 2012, di hari Sabtu malam, Erik Mardiansyah dikenalkan dengan Ust. Drs. H. Abdul Hakim, yang mengisi kajian Islam di Masjid Imam Bonjol Kabupaten Ketapang dengan tema “Pengajian Ekonomi Berbasis Tahajjud”, dalam ceramahnya, Beliau senantiasa memberikan motivasi untuk melaksanakan shalat tahajjud. Hal ini menambah semangat dan tekat Erik Mardiansyah untuk mengajak umat Islam melaksanakan shalat tahajjud.

Di tahun 2013, Erik Mardiansyah meminta agar diadakan pengajian yang sama yaitu Pengajian Ekonomi Berbasis Tahajjud di Masjid Agung Al-Ikhlas di Kabupaten Ketapang. Disaat yang sama Ust. H. Uti Konsen masih rutin membangunkan jama’ah, melaksanakan shalat tahajjud dengan mengirimkan pesan motivasi. Di akhir tahun 2013, Ust. Drs. H. Abdul Hakim membawa Erik Mardiansyah mengikuti pengajian rutin ST atau Silaturahmi Tahajjud yang diselenggarakan oleh Ust. H. Uti Konsen di sebuah pendopo miliknya bernama “Pendopo Rose”.
Ust. H. Uti Konsen adalah Toko Ulama yang menjadi inspirasi sebelum terbentuknya KUTUB.

Bergabungnya Erik Mardiansyah di sebuah komunitas ODOJ bertambah temannya, diantaranya Huda Budiarto asal Riau serta Suhardi dan Wawan asal Ketapang. Semangat membangunkan umat Islam untuk melaksanakan shalat tahajjud dipadukan semangat ODOJ dengan menggunakan Aplikasi whatsapp akhirnya melahirkan semangat dan ide untuk membentuk KUTUB (Komunitas Tahajjud Berantai).

Erik Mardiansyah mengusulkan ide membentuk KUTUB kepada Suhardi dan Wawan serta teman yang lain di Komunitas ODOJ. Ide itu kemudian disambut baik oleh teman-teman yang bergabung dalam Komunitas ODOJ. Pada tanggal 29 Januari 2014 oleh Huda Budiarto dibuatkanlah KUTUB dengan menggunakan sarana aplikasi whatsapp seperti sekarang ini.

Diluar dugaan KUTUB ini banyak diminati kaum muslimin dan dengan cepat tersebar ke seluruh Indonesia dan luar Indonesia. Malam pertama 10 orang bergabung, jalan sepekan 100 orang bergabung dan memasuki 4 bulan ada lebih dari 4000 orang bergabung bersama KUTUB.

Ust. Drs. H. Abdul Hakim sangat mendukung keberadaan KUTUB, beliau menyatakan bersedia menjadi Penasehat KUTUB. Hal yang sama juga disamapaikan Ust. Amir Faisal Fath, MA. Beliau juga bersedia untuk menjadi Penasehat KUTUB. Hal senada juga disampaikan Ust. H. Uti Konsen yang merupakan inspirasi

awal terbentuknya KUTUB. Beliau juga menyatakan bersedia menjadi Penasehat KUTUB.

Begitulah kisah terbentuk dan tersebarnya KUTUB sampai saat ini. Semoga kita senantiasa diberi keistiqomahan dan kemampuan untuk mengajak saudara muslim kita yang lain untuk bergabung bersama Komunitas Tahajjud Berantai. Hal ini sesuai dengan Visi KUTUB membudayakan tahajjud setiap malam kepada seluruh lapisan masyarakat muslim dari berbagai kalangan.
Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin

Sumber : Erik Mardiansyah