Wasiat Sa’id bin Al-Ash Kepada Anaknya Menjelang Wafat (Bagian 2)

📕📗📘📙📔
ARTIKEL MALAM

Hari/Tgl. : Senin, 04 Januari 2021
21 Jumadil Awwal 1442 H
No. : 1984/AM/KOM/I/2021
Materi : Tasqif
Pemateri. : Wahyu Rinaldi

Tujuan : KUTUBer & Umum

💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦

📚 Wasiat Sa’id bin Al-Ash Kepada Anaknya Menjelang Wafat (Bagian 2)

Kedermawanan Sayyidina Sa’id telah terucap oleh banyak mulut, sampai melintasi batas kota. Ia gemar memberi saudara dan teman-temannya yang membutuhkan, tanpa harus diminta terlebih dahulu. Karena itu, sebelum kewafatannya, ia meninggalkan wasiat penting untuk anak-anaknya, agar mereka tidak menghilangkan kebiasaannya berbagi dan memberi. Ia berujar: “Wahai anakku, jangan kalian hilangkan saudara-saudaraku dariku (setelah kematianku). Kunjungilah mereka sebagaimana aku mengunjungi (mereka). Perlakukanlah mereka sebagaimana aku perlakukan (mereka).”

Hal ini senafas dengan ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, agar seorang anak tetap terhubung dengan teman-teman orang tuanya. Rasulullah bersabda (HR. Imam Muslim) :

أَبَرُّ الْبِرِّ أَنْ يَصِلَ الرَّجُلُ وُدَّ أَبِيهِ

“Kebajikan yang utama adalah seseorang yang melanjutkan hubungan (silaturrahim) dengan sahabat ayahnya.”

Wasiat Sayyidina Sa’id bin Al-‘Ash, memberikan kita gambaran tentang keluhuran hati dan kedermawanannya. Ia membawa dan meluaskan penerapannya. Tidak hanya pada aktivitas “minta dan beri”, tapi membawanya pada aktivitas “memberi sebelum diminta.” Ia mengembangkan pengamatannya tentang keadaan manusia. Ia memperhatikan, mempelajari dan merasai beragam keadaan manusia yang membutuhkan. Ia tidak hanya melihat dari jauh, tapi membersamai mereka dengan kehalusan perilaku.

Ia menyebut mereka dengan “ikhwânî” (saudara-saudaraku), dan meminta anak-anaknya untuk mengunjungi mereka sebagaimana ia berkunjung; bergaul dengan mereka sebagaimana ia bergaul. Artinya, Sayyidina Sa’id bin al-‘Ash sering melibatkan dan mengajak anak-anaknya mengunjungi mereka, sehingga ia tidak perlu menjelaskan secara terperinci bagaimana cara memperlakukan sahabat-sahabat ayahnya. Ini juga bukti bahwa Sayyidina Sa’id membersamai mereka dalam jalinan persaudaraan hakiki, tidak hanya menjadi pengamat yang kemudian memberi jika dimintai.

Dengan memiliki banyak teman, Sayyidina Sa’id menjadi lebih kenal dengan keadaan manusia dan karakteristik khasnya. Pemahaman inilah yang kemudian menjadi dasar “memberi sebelum diminta”, karena ia telah melihat banyak teman-temannya yang bergetar malu, berlidah kelu, dan bermuka pasi ketika meminta sesuatu kepadanya. Melihat itu, ia merasa bersalah karena tidak mampu mengenali dan memahami keadaan orang-orang yang membutuhkan. Sejak saat itu, ia mengamati betul ragam karakteristik keadaan manusia. Tujuannya, agar ia tidak lagi melihat rasa malu, berat dan gemetar teman-temannya yang membutuhkan.

Dengan demikian, Sayyidina Sa’id telah menyuguhkan sebuah jamuan kedermawanan yang halus budi. Sebuah kedermawanan yang tidak lagi sibuk berurusan dengan pikiran, “jadi memberi atau tidak ya?” atau, “jika pun memberi, sebaiknya berapa ya?”, dan seterusnya. Sayyidina Sa’id bin al-‘Ash tidak lagi berpikir soal itu, yang ia pikirkan adalah, bagaimana seseorang tidak merasa malu ketika menerima pemberian; bagaimana seseorang tidak harus mengutarakan kebutuhannya, dan seterusnya.

Bahkan, saking pentingnya, di ambang kewafatannya, ia mewasiati anak-anaknya untuk menjaga hal itu, dengan berucap: “Bergegaslah dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka sebelum mereka (mendatangi kalian) untuk meminta(nya).” Pertanyaannya, bisakah kita menirunya?

Wallahu A’lam Bisshowab

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/125163/wasiat-said-bin-al-ash-kepada-anaknya-menjelang-wafat

==========================
👳🏻‍♂Konsultasi: https://wa.me/6281254571543 (Apry Zakaria Ramadhan)

📲 Info KUTUB : Bit.ly/media_kutub
———–**———–
═❁💰SEDEKAH KUTUB💰❁ ═

💰 Bank Muamalat Nomor rekening: 3180005019

💳 Ac : Komunitas Tahajjud Berantai atau Ke Member Account KUTUB masing-masing (bagi yang sudahu mendapatkan identitas member Kutub)

📱Konfirmasi : https://wa.me/6285749376876 (Bendahara KUTUB)

❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁

✊🏻 Mengokohkan Langkah, Menggelorakan Istiqamah (OMGT)

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>